Universitas Bakrie Beri Dukungan Ibu-Ibu PKK untuk Produksi Pangan Bermutu & Bersaing

Sabtu, 27 Juli 2024 – 00:19 WIB
Mahasiswa Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie berkesempatan mendampingi kelompok PKK RW 02 Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan, untuk mengembangkan produk stik keju yang telah mereka miliki. Foto: supplied

jpnn.com, JAKARTA - Kampus sebagai salah satu lembaga pendidikan punya peran penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

Lembaga pengabdian kepada masyarakat Universitas Bakrie menjadi motor bagi para akademisi agar bisa memberikan sumber daya dan membagi kepakaran yang dimiliki untuk berkontribusi nyata dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

BACA JUGA: Prestasi Gemilang, Universitas Bakrie Berhasil Raih Akreditasi Unggul

Pada kesempatan kali ini, Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie berkesempatan untuk mendampingi kelompok PKK RW 02 Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan, untuk mengembangkan produk stik keju yang telah mereka miliki.

Hal ini selaras dengan Permendagri Nomor 36 Tahun 2020, di mana gerakan PKK menjalankan 10 program pokok, salah satu di antaranya adalah program pangan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki.

BACA JUGA: Versi Times Higher Education: Universitas Bakrie Raih Peringkat ke-18 di Indonesia

Setelah proses pendampingan selama sekitar dua bulan, Jumat, 26 Juli 2024, anggota PKK yang aktif memproduksi stik keju kembali mendapat pelatihan tentang pentingnya standar proses pengolahan, kemasan dan label dalam suatu produk pangan yang akan dikomersialisasikan.

Melalui proses pengolahan yang terstandar, pemilihan kemasan yang tepat dan penulisan label yang lengkap maka konsumen akan mendapat jaminan mutu dari produk tersebut.

BACA JUGA: Geram Kapolres Jember 5 Anggotanya Dikeroyok Pesilat PSHT, Aipda Parmanto Terluka Parah

“Mutu produk pangan yang berkualitas dan konsisten dapat dicapai melalui kepatuhan yang ketat terhadap proses kendali mutu. Upaya yang dapat dilakukan untuk hal tersebut adalah penggunaan alat-alat yang terstandar dan variabel proses pengolahan yang konsisten. Pemilihan kemasan juga harus disesuaikan dengan karakteristtik produk. Hal ini dilakukan agar kemasan mampu memperpanjang masa simpan dengan tetap mempertahankan mutu produk,” kata Ketua Tim Program Dr. Rizki Maryam Astuti.

Program ini juga melibatkan mahasiswa untuk bisa terlibat dalam proses desain kemasan dan pengujian mutu sensori produk.

Selain itu, pengujian kandungan zat gizi juga dilakukan untuk memastikan bahwa produk layak dikonsumsi. Hal lain yang tidak kalah penting adalah bahwa produsen juga hendaknya mampu menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), harga jual produk serta estimasi keuntungan yang diperoleh.

Pada program pelatihan ini, peserta diminta untuk praktik langsung melakukan perhitungan HPP dan harga jual produk mereka dengan mempertimbangkan seluruh biaya variabel tetap maupun berubah.

“Program pendampingan dan pelatihan ini diharapkan mampu mendorong warga masyarakat, khususnya perempuan untuk mampu menghasilkan produk pangan yang bermutu dan memiliki daya saing di masyarakat. Lebih jauh juga diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga,” kata anggota Tim Program Nurul Asiah, M.T. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buka Peluang Pendidikan Global, Singapore Institute of Management Gandeng Sekolah di RI


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler