UNJ Berikan Penghargaan Untuk 3 Kota Mahasiswa Terbaik

Selasa, 10 November 2020 – 16:05 WIB
Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri memberikan penghargaan kepada tiga daerah yang dinilai sebagai Kota Mahasiswa atau City of Intellect terbaik. Screenshot.

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memberikan penghargaan kepada tiga daerah yang dinilai sebagai Kota Mahasiswa atau City of Intellect terbaik.

Penghargaan itu berdasarkan hasil riset yang dilaksanakan oleh tim yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar UNJ Hafid Abbas.

BACA JUGA: Rektor UNJ: Pemikiran Soekarno 57 tahun Lebih Maju Dibanding Masyarakat Internasional

Pemberian penghargaan dilakukan tepat di peringatan Hari Pahlawan 10 November, Selasa (10/11).

Ketiga daerah itu ialah Kota Semarang yang dipimpin Wali Kota Hendrar Prihadi, Kota Solo yang dipimpin FX Hadi Rudyatmo, dan Kota Surabaya yang dinakhodai Tri Rismaharini.

BACA JUGA: Hasto Kristiyanto: Bung Karno Canangkan Kampus UNJ Sebagai City of Intellect

Untuk diketahui, Proklamator RI Bung Karno pertama kali menyebutkan Kota Mahasiswa saat menandatangani prasasti gedung UNJ pada 1953.

Visi itu sempat tak dipahami hingga pada 2010, masyarakat internasional mengenalnya setelah pertama kali Quacquarelli Symonds (QS) bersama Times Higher Education (THE) mempublikasikan hasil studi pemeringkatan kota-kota mahasiswa terbaik di dunia.

QS menjelaskan bahwa satu kota patut disebut sebagai Kota Mahasiswa apabila di kota itu sudah terdapat minimal dua perguruan tinggi bereputasi yang melayani masyarakatnya yang berpenduduk lebih 250 ribu jiwa.

Selain itu, kriteria lainnya adalah kehadiran mahasiswa internasional dengan pertimbangan bahwa kota itu ramah terhadap perbedaan latar belakang budaya, gaya hidup yang toleran, dan inklusif.

Termasuk apakah kota itu aman, tidak ada konflik, nyaman, dan terdapat banyak peluang kerja setelah tamat, dan seterusnya.

Lalu aspek keterjangkauan terkait biaya kuliah dan biaya hidup, dan ketersediaan transportasi publik maupun kemudahan bepergian, serta keindahannya.

Pada acara ini, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri diberi kesempatan untuk memberikan penghargaan itu.

"Terima kasih yang jadi peringkat kesatu, kedua, dan ketiga, Semarang, Solo, Surabaya, itu adalah anak-anak dari partai saya," kata Megawati, yang merupakan ketua umum PDIP sambil tersenyum.

Menurutnya, para kepala daerah itu bisa membangun kotanya menjadi city of intelectual karena mereka selalu diajarkan di partai, bagaimana harus menjadi pemimpin yang memperjuangkan rakyat.

"Saya bilang ke Hendi (sapaan Hendrar Prihadi, red), ketika saya rekomendasi, tugasmu cuma satu, bikin Kota Semarang jadi bagus seperti kriteria disampaikan Pak Hafid Abbas tadi," ujar Megawati.

"Sama juga sama Rudy di Solo. Saya tugasi, tolong bikin rakyat di Solo nyaman. Saya dengar universitas di sana ini juga buka bagian boga. Bayangkan Kota Solo itu makanannya enak-enak. Saya pernah diajak kawan saya, mau salat subuh, kembali salat subuh lagi, untuk wisata kuliner. Rasanya enak dan murah meriah. Namun, intinya, kenapa Solo bisa demikian? Karena pemimpinnya mengerti dan mendalami kebutuhan rakyatnya," beber Megawati.

Bu Mega justru menyayangkan Kampus UNJ di Rawamangun, Jakarta, belum masuk kategori city of intellectual.

Padahal, prasasti yang pertama kali menyampaikan visi itu justru berada di sana.

"Sayang kan kalau Rawamangun belum berhasil jadi city of intellect. Jadi para akademisi, saya mohon sangat, secara akademis lihat, ini tujuannya mau ke mana," kata Megawati.

Dia menjelaskan, visi "Kota Mahasiswa" atau City of Intellectual yang ditelurkan oleh Bung Karno itu terjadi pada 15 September 1953.

"Hal ini berarti pemikiran Bapak Soekarno 50 tahun lebih maju dibandingkan dengan perkembangan pemikiran internasional saat ini yang baru melakukan pemeringkatan Kota Mahasiswa," kata Megawati. (tan/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler