Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM Diwarnai Bentrok

Rabu, 12 Juni 2013 – 06:05 WIB
MAKASSAR-- Unjuk rasa yang diwarnai dengan bentrokan kembali terjadi. Kali ini, unjuk rasa dilakukan oleh Mahasiswa Unismuh yang tergabung dalam Gerakan Tolak Kenaikan harga BBM terlibat bentrok dengan warga setempat dan para pengguna jalan yang ingin melintas di jalan alauddin, Selasa (11/6).

Bentrokan dipicu oleh aksi menutup total akses jalan oleh para pengunjuk rasa dengan menggunakan tiga mobil kontainer dan menyandera sebuah mobil tangki milik pertamina hingga mengakibatkan kemacetan total.

Akibatnya, warga dan para pengguna jalan terjebak macet sejak pukul 13.00 hingga pukul 17.00 Wita. Melihat situasi jalan yang semakin macet, warga dan para pengguna jalan berinisiatif memaksa mahasiswa untuk membuka jalan. Tak ayal, saling lempar batu antara warga dan pengunjuk rasa pun tak terhindarkan.

Bentrok pun sempat mereda, namun selang 40 menit kemudian, bentrok pun kembali pecah hingga malam hari. Aksi lempar batu kembali menghiasi aksi unjuk rasa mahasiswa.Warga yang kesal akan ulah mahasiswa yang tidak menggubris permintaan warga, membuat bentrokan tak terhindarkan.

"Kami sebagai warga tidak akan respect kepada mahasiswa jika caranya seperti ini. Demonstrasi dan menutup jalan hingga berjam-jam malah membuat masyarakat rugi," komentar salah seorang warga yang menolak menyebutkan namanya.

Bentrokan berlangsung hingga pukul 21.00 Wita. Melihat bentrokan semakin tak terkendali, aparat kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas hingga memukul mundur mahasiswa hingga masuk kedalam area kampus.

Jajaran Polrestabes Makassar dan Polsekta Rappocini terus berusaha meredam aksi bentrokan. Kapolsekta Rappocini, Kompol Haidir menjelaskan pihak kepolisian masih terus melakukan pengamanan dan mengupayakan agar bentrokan tidak berlanjut.

"Kami masih terus melakukan upaya agar kedua belah pihak bisa menahan diri dan terus menjaga situasi agar kembali kondusif," jelas Haidir. (m06)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Calon Siswa Wajib Tes Urine

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler