Upaya Singapura Hidup Bersama COVID-19 Kembali Alami Kemunduran

Minggu, 19 September 2021 – 00:57 WIB
Warga memakai masker pelindung menyeberang jalan di tengah penyebaran penyakit Covid-19 di Singapura. Foto: ANTARA/REUTERS/Caroline Chia

jpnn.com, SINGAPURA - Sekolah dasar di Singapura akan memberlakukan aturan belajar dari rumah selama 10 hari menjelang ujian nasional, kata Kementerian Pendidikan, Sabtu.

Pernyataan tersebut menyusul laporan perkembangan COVID-19 di negara tersebut yang mencapai 935 kasus per Jumat (17/9) atau rekor tertinggi sejak April tahun lalu.

BACA JUGA: Singapura Mulai Hidup Bersama COVID-19, Banyak yang Merasa Lega

Siswa kelas 1 hingga 5 SD akan beralih ke pembelajaran dari rumah dari 27 September hingga 6 Oktober 2021.

Siswa kelas 6 SD akan diliburkan selama beberapa hari dari 25 September sebelum mengikuti ujian nasional guna meminimalisasi risiko penularan dari pemelajaran di sekolah dan menekan angka siswa yang yang harus menjalani karantina.

BACA JUGA: Nekat Hidup dengan COVID-19, Singapura Kembali Dihajar Lonjakan Kasus

“Menjelang ujian tertulis PSLE (ujian kelulusan SD), kami akan mengambil sejumlah langkah untuk melindungi para siswa yang secara medis belum diperbolehkan melakukan vaksinasi dan membuat para orang tua lebih tenang,” kata Menteri Pendidikan Chan Chun Sing.

Lonjakan kasus baru-baru ini telah mendorong Singapura untuk menunda pembukaan kembali kegiatan lebih lanjut.

BACA JUGA: Atase Pertahanan Singapura Temui Jenderal Andika, Ada Bantuan untuk Penanganan Covid-19 Indonesia

Lebih dari 80 persen penduduk negara itu telah divaksin COVID-19.

Singapura tengah mempertimbangkan vaksinasi untuk anak di bawah 12 tahun awal 2022. (ant/dil/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler