Usaha Udang Gagal, Coba Bisnis Narkoba, Eh... Ketangkap

Jumat, 12 April 2013 – 12:16 WIB
SAMARINDA - Menjadi pengedar narkoba lalu tertangkap polisi dan dipenjara bukanlah menjadi rencana dalam kehidupan Amiruddin (30) warga Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kukar. Namun kenyataan dan takdir berkehendak lain. Ayah satu anak ini ditangkap anggota Polsekta Samarinda Ilir dengan barang bukti dua jenis narkoba di saku celananya.

Amiruddin tertangkap dalam razia kepolisian yang digelar di sepanjang Jl Mulawarman, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Selasa (10/4) malam.
Tepat pukul 22.45 Wita, Amiruddin memasuki kawasan Jl Mulawarman dengan mengendarai motor sport Yamaha Ninja 250 CC KT 3652 LE. Mengetahui adanya kegiatan pemeriksaan kepolisian, tersangka mencoba membelokkan kendaraannya ke arah Jl Dermaga.
 
Upaya melarikan diri tersebut rupanya gagal lantaran polisi sudah mengantisipasi dan menutup jalur pelarian tersangka. Lantaran gelagatnya yang mecurigakan petugas kemudian segera meringkus dan menggeledah pakaian dan kendaraan pelaku.
 
"Kami menemukan sabu seberat kira-kira 9-10 gram di saku celananya. Selain itu satu butir ekstasi juga ditemukan di dalam pakaiannya," kata Kanit Reskrim Kapolsekta Samarinda Yunus Kelo seperti diberitakan Samarinda Pos (JPNN Grup), Jumat (12/4).

Menurut Yunus, tersangka mengaku narkoba tersebut rencananya akan dijual di salah satu tempat hiburan malam (THM) yang berada di kawasan Samarinda Kota.
 
"Narkoba ini dipasarkan di THM yang berada di pusat Kota Samarinda. Selain dijual, tersangka juga menggunakan narkoba itu untuk diri sendiri," ungkap Yunus.
 
Amiruddin yang ditemui media ini mengaku nekat berjualan narkoba lantaran usaha impor udang yang dilakoninya mengalami penurunan omzet. Aktivitas pengeboran minyak di sekitar tambak membuat hasil panen menurun drastis.
 
"Banyak udang yang mati karena sekarang pengeboran minyak sedang ramai di tempat saya. Padahal dulu sekali panen keuntungan bisa mencapai 100 juta dan saya mendapat bagian sebesar Rp20 juta," aku pemuda ini.

Kelahiran bayi pertamanya 6 bulan lalu rupanya menambah tekanan biaya hidup di keluarga kecilnya. Tersangka sendiri bukannya tidak berusaha mencari pekerjaan halal, namun usaha barunya berjualan ikan juga menemui jalan buntu.
 
"Saya beralih berjualan ikan, namun usaha itu juga gagal. Sementara anak saya baru lahir dan menambah biaya hidup," sesal Amiruddin dari balik jeruji. (jin/agi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Emosi Tinggi, Aniaya Kakak Ipar

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler