Usai Libur Lebaran Volume Sampah DKI Meningkat

Rabu, 30 Juli 2014 – 20:18 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Dinas Kebersihan (Dinsih) DKI Jakarta menurunkan sebanyak 3.158 petugas untuk membersihkan sampah-sampah di Jakarta saat malam takbiran, usai shalat Idul Fitri hingga libur Lebaran usai. Ribuan petugas itu ditempatkan di seluruh penjuru ibu kota, terutama kawasan wisata.

Kepala Dinsih DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas mengatakan pihaknya tetap menyiagakan petugas untuk tetap bekerja saat libur Lebaran. Jatah cuti pun hanya dapat diberikan kepada 10 persen petugas saja.

BACA JUGA: Pedagang Thamrin City Mulai Jualan Lagi

"Sampah utamanya banyak di malam takbiran, dan setelah salat Ied, namun volumenya tidak terlalu banyak. Sedangkan hari ini sampah di kawasan wisata yang banyak," ujarnya saat dihubungi, Rabu (30/7).

Kata Tyas, saat malam takbiran lalu Dinsih menyebar petugas di beberapa lokasi seperti kawasan Bundaran HI, Monas dan MH Thamrin. Total lokasi yang dibersihkan ada 726 titik.

BACA JUGA: 53 Kecelakaan, 6 Tewas Selama Operasi Ketupat

Dia melaporkan bahwa terdapat 5.800 ton sampah per hari yang berhasil dikumpulkan oleh Dinsih DKI. Jumlah ini cenderung meningkat dibanding hari biasa yang hanya berkisar 5.600 ton per hari.

"Ini wajar karena konsumsi warga juga meningkat saat Ramadhan," ungkap Tyas.

BACA JUGA: Lebaran Ketiga, TPU Karet Padat Peziarah

Peningkatan volume sampah sebanyak 2,6 persen ini menurutnya akan turun drastis karena banyak penduduk Jakarta mudik ke kampung halaman.

Namun, dia mengingatkan bahwa volume sampah akan kembali meningkat pada H+4 sampai H+6 usai perayaan Lebaran nanti. Diperkirakan Volume sampah akan mencapai 6.500 hingga 6.800 ton.

"Saat Idul Fitri, Jakarta ditinggalkan oleh sebagian warganya, jadi sampah juga tidak terlalu banyak, semua aktivitas libur juga menurunkan volume sampah. Nanti setelah aktifitas normal baru sampah kembali meningkat," jelas Tyas.

Namun begitu, petugas Dinsih tetap membersihkan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada. Tyas justru menghawatirkan pengangkutan sampah dari pemukiman warga ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) karena petugas yang mengangkut sampah warga biasanya masih libur.

"Umumnya dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya mereka baru aktif di H+5 dan penanganan kebersihan normal kembali," demikian Tyas. (rmo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ribuan Kendaraan Parkir Liar di Sekeliling Taman Monas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler