Ustaz Abdul Somad: Saya bukan Fan Pak Prabowo

Rabu, 10 Juni 2020 – 19:49 WIB
Prabowo Subianto dan Ustaz Abdul Somad. Foto: tangkapan layar YouTube

jpnn.com, JAKARTA - Dua ulama kondang Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Felix Siauw mengaku tidak menyesali keputusan Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan meski keduanya termasuk pendukung Prabowo saat pilpres 2019 lalu.

Menurut UAS, keputusannya mendukung Prabowo karena mendengar suara ulama. Dia tidak kecewa saat Prabowo kalah dalam Pilpres dan kini jadi pembantu Presiden Jokowi.

BACA JUGA: UAS Senyum-senyum Didoakan Berjodoh dengan Selebgram Ayana Moon

"Saya bukan fans Pak Prabowo. Saya hanya melihat ide dan gagasan. Saya juga mendengar suara ulama zhahir dan akhirnya mengambil keputusan agar saya tidak disalahkan umat kelak karena abu-abu," kata UAS dalam bincang-bincang di channel YouTube Refly Harun.

Walaupun konsuekensinya berat, lanjut UAS, dia terang-terangan memberikan dukungan kepada Prabowo.

BACA JUGA: Terus Dibayangi Anies, Ganjar dan RK, Pak Prabowo Tetap Paling Perkasa

Dukungan itu harus dibayar mahal karena jadwal ceramah banyak yang dibatalkan termasuk oleh sejumlah BUMN.

Dia juga ditolak ceramah di sejumlah lokasi dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. UAS juga mendapatkan banyak perundungan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Kabar Buruk dari WHO, Tak Wajib Tes PCR, Nasib Rohingya

"Namun, sekali lagi saya tidak menyesal. Saya melakukan sesuatu yang harus saya lakukan," ucapnya.

Sama halnya dengan Ustaz Felix. Walaupun tidak terang-terangan mendukung Prabowo, ulama muda ini menyatakan saat Pilpres 2019 maupun Pilkada DKI Jakarta 2016, dia hanya menyuarakan agar umat memilih pemimpin yang bisa menjalankan syariat Islam dengan benar.

"Wajar kan kalau saya menyerukan umat untuk memilih pemimpin yang bisa membawa keselamatan bagi umat. Sayangnya, saya selalu dituduh anti-Pancasila. Padahal apa bedanya dengan masyarakat di suatu daerah yang menginginkan kepala daerahnya harus orang daerah. Begitu juga dengan pemimpin negara ini, umat Islam terbanyak di Indonesia sehingga wajar ingin pemimpin yang islami," tuturnya.

Ustaz Felix juga tidak mempermasalahkan ketika Prabowo menjadi menteri lawan politiknya. Karena saat pilpres, yang dilihat Ustaz Felix bukan figur tetapi visi misinya.

"Saya yakin suatu saat gagasan serta visi misi itu akan terus ada meski figurnya berbeda," pungkasnya. (esy/jpnn)

 

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler