Ustaz Bachtiar Nasir: Umat Islam Jangan Golput!

Selasa, 29 Januari 2019 – 18:52 WIB
UBN minta umat Islam jangan golput. Foto: Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustaz Bachriar Nasir (UBN) mengimbau umat Islam agar tidak golput.

Umat Islam harus berpartisipasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

BACA JUGA: Pesan Penting Jokowi untuk TNI dan Polri

“Kami mengimbau agar seluruh umat Islam tidak golput dan menggunakan hak pilihnya dengan memilih calon yang berpihak pada kepentingan umat dan bangsa,” kata UBN dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (29/1).

BACA JUGA : UBN Dituding Pelintir Omongan Kapolri Soal Khilafah

BACA JUGA: Kejadian Unik saat Sandiaga Uno Melintas di Kerumunan Pendukung Jokowi

Selain itu, MIUMI juga mengingatkan agar umat Islam jangan mau lagi dijadikan sekadar pemanis saat pemilu raya atau hanya menjadi pendorong mobil mogok, setelah pemilu malah ditinggalkan.

Umat Islam sebagai pemilih terbesar, sangat menentukan nasib umat dan bangsa dalam Pilpres, Pileg dan Pemilihan DPDRI pada tahun 2019 nanti.

BACA JUGA: Honorer K2 Bukan Abdi Politik, Harus Netral!

BACA JUGA : Reaksi PA 212 soal Buletin Al Fatihin Sebut UBN Ulama Murtad

“Jadi jangan sampai kita hanya dibutuhkan ketika pesta demokrasi saja. Pilihlah calon yang berpihak pada kepentingan umat dan bangsa,” imbaunya.

Umat Islam juga diminta untuk tidak memilih pribadi, kelompok atau organisasi yang anti-Islam dan tidak memerhatikan kepentingan umat. "Kita harus cerdas menentukan pilihan, jangan sampai salah pilih," sambungnya.

Komunitas cendekiawan dan ulama muda yang berfokus pada ilmu itu juga mengajak semua umat Islam agar menjaga persaudaraan dan persatuan. Pileg dan Pilpres jangan menjadikan perpecahan, beda pilihan tapi tetap dalam bingkai persatuan.

"Kami mengajak semua umat Islam agar menjaga persaudaraan dan persatuan atas dasar sesama muslim dan sesama bangsa. Jangan pecah belah karena masalah politik," jelasnya.

Jangan juga saling menyerang sesama muslim hanya karena berbeda pilihan. Jangan pula menyerang ulama, lembaga keulamaan, ormas Islam dan lembaga Islam manapun.

"Junjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika sebagaimana yang diajarkan Alquran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,” serunya

Islam dan politik tidak dapat dipisahkan bahkan menjadi satu kesatuan yang integral sehingga, umat Islam menolak sekularisme dan liberalisme yang hendak memisahkan Islam dengan politik kebangsaaan.

BACA JUGA : Merasa Ulama Dikriminalisasi, Ini Pesan UBN

Ada 3 kerangka dasar Islam yaitu Aqidah, Syariah, dan Akhlaq yang telah menjadi sendi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak awal berdirinya. Bahkan, menjadi bagian tak terpisahkan dari Pancasila dan UUD 1945.

“Karenanya kami menolak narasi pemisahan agama dan politik, karena Islam sudah menjadi dalam kehidupan berbangsa dan negara,” tegas Ustadz Zaitun Rasmin, Wakil Ketua MIUMI. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Survei: Isu Korupsi dan Lapangan Kerja Perhatian Terbesar Milenial


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler