Ustaz HNW Tegaskan Indonesia Dukung Perjuangan Universitas Al Quds Yerusalem

Selasa, 23 Agustus 2022 – 09:06 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid bertemu dengan dekan di Universitas Al Quds Yerusalem Prof Dr Orwa Sabri dan Ketua Lembaga Wakaf Nurullah di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/8). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyambut kedatangan guru besar dan dekan di Universitas Al Quds Yerusalem Prof Dr Orwa Sabri bersama Ketua Lembaga Wakaf untuk Universitas Al Quds Nurullah Sahid di ruang kerjanya. 

Prof Dr Orwa Sabri dan Nurullah Sahin menyampaikan program kerja sama internasional untuk keberlangsungan dan keberhasilan pendidikan melalui Universitas Al Quds di Yerusalem.

BACA JUGA: Harga Tiket Pesawat Turun, Bamsoet Mengapresiasi Pemerintah

“Lembaga pendidikan ini sangat diperlukan warga Palestina di Yerusalem. Lembaga ini memerlukan dukungan umat Islam di seluruh dunia agar bisa eksis dan menjalankan peran kependidikan,” kata pria yang akrab disapa Ustaz HNW ini.

Hal tersebut dikatakannya seusai pertemuan di ruang kerja wakil ketua MPR, Gedung Nusantara III lantai 9, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/8).

BACA JUGA: Barcelona Melibas Real Sociedad dengan Skor Besar, Lewandowski Cetak Brace

Orwa Sabri dan Nurullah Sahid menegaskan Universitas Al Quds tidak berkaitan dengan terorisme dan radikalisme.

“Mereka mengharapkan dukungan kepada Indonesia dan seluruh dunia. Mereka menegaskan bukan kelompok politik, militer. Namun, mereka adalah kelompok intelektual untuk kerja pendidikan dan diakui pemerintah Palestina,” ucapnya.

BACA JUGA: Di Hadapan Ormas PP, HNW Tegaskan Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa

Universitas Al Quds adalah satu-satunya yang terletak di dekat tembok pemisah.

Kampus ini menyediakan pendidikan tinggi dan layanan masyarakat di wilayah Yerusalem serta kota-kota tetangga, desa, dan kamp pengungsi di tepi barat.

Hidayat menegaskan, berdasarkan konstitusi di Indonesia, sikap Indonesia dari dulu adalah membela kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan Israel.

Presiden Joko Widodo menyatakan sikap dan dukungan kepada Palestina merdeka dan menyampaikan bahwa Indonesia masih memiliki utang sejarah pada Palestina karena satu-satunya negara yang belum merdeka adalah Palestina. 

“Sehingga sikap Indonesia memang sangat jelas mendukung Palestina merdeka,” ujar Hidayat.

Hidayat Nur Wahid menganjurkan keduanya agar berkomunikasi dengan lembaga resmi di Indonesia. Yakni, Badan Wakaf Indonesia, Baznas, atau dua ormas terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Mereka menyambut baik usulan itu. Sebelum Indonesia merdeka, para bapak bangsa mempersiapkan sumber daya manusia dengan mendirikan universitas-universitas. Ada yang kemudian menjadi ITB, UI, IAIN. Itu semua disiapkan sebelum Indonesia merdeka,’’ katanya.

Universitas Al Quds juga berperan menjaga Masjid Al Aqsa sebagai bagian dari solusi terhadap permasalahan di Palestina.

“Saya menyarankan untuk bertemu dengan Badan Wakaf, Baznas, atau NU dan Muhammadiyah. Akan lebih baik bila badan wakaf, Baznas, NU, atau Muhammadiyah membantu Universitas Al Quds dengan sikap pemerintah Indonesia yang secara prinsip mendukung Palestina merdeka,” imbuhnya.

Hidayat mengungkapkan NU atau Muhammadiyah memiliki hubungan internasional. Kedua Ormas terbesar itu juga membuka beberapa cabang NU dan Muhammadiyah di luar negeri, bahkan Muhammadiyah mempunyai Universitas Muhammadiyah di Malaysia dan Australia. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler