Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat Menjadi Rp 5.499,1 Triliun

Rabu, 15 Januari 2020 – 13:12 WIB
Bank Indonesia. Foto: dokumen Indopos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2019, tumbuh melambat. Yakni 8,3 persen (YoY), lebih rendah berbanding bulan sebelumnya sebesar 12 persen (YoY).

Posisi ULN Indonesia pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD 401,4 miliar atau setara Rp 5.499,1 triliun (perkiraan kurs Rp13.700 per dolar AS).

BACA JUGA: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.611 Triliun, Ini Faktor Pendorongnya

Perinciannya, dari ULN sektor publik (Pemerintah dan bank sentral) sebesar USD 201,4 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 200,1 miliar.

'Faktornya, karena perlambatan pertumbuhan ULN pemerintah maupun ULN swasta," tulis BI dalam keterangan resmi, Rabu.

BACA JUGA: Naik 7,9 Persen, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.426 Triliun

Posisi ULN pemerintah pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD198,6 miliar atau 10,1 persen (YoY), melambat dari bulan sebelumnya sebesar 13,6 persen.

Posisi ULN pemerintah tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya, terutama karena pelunasan pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo pada periode laporan.

BACA JUGA: Utang Segudang, Garuda Indonesia Terancam Tumbang

Pengelolaan ULN Pemerintah sendiri diprioritaskan untuk membiayai sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sekitar 19,0 persen dari total ULN Pemerintah.

Sisanya sektor konstruksi 16,5 persen, jasa pendidikan 16,1 persen, sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sekitar 15,4 persen, serta sektor jasa keuangan dan asuransi 13,4 persen.

Sementara itu, ULN swasta tumbuh lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sekitar 6,9 persen (YoY) pada akhir November 2019, berbanding bulan sebelumnya 10,7 persen.

Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi cukup tingginya pelunasan surat berharga domestik yang jatuh tempo, meskipun pada periode yang sama terdapat penerbitan surat utang perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK), dan penarikan pinjaman oleh perbankan.

Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada November 2019 sebesar 35,9 persen, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,5 persen dari total ULN.

Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. (mg8/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler