Utusan Kedubes Jerman Sambangi Markas FPI, Kemenlu Diminta Bertindak

Minggu, 20 Desember 2020 – 08:36 WIB
Ferdinand Hutahaean. Foto: Ricardo/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) diminta memanggil perwakilan Kedutaan Besar atau Kedubes Jerman terkait kedatangan utusan mereka ke Markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat pada Kamis (17/12) lalu.

Permintaan ini disampaikan mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean merespons kedatangan perwakilan Kedubes Jerman ke Sekretariat FPI tersebut.

BACA JUGA: Sudah Kerahkan Intelijen, Irjen Ahmad Luthfi: Perintah Saya Bubarkan!

"Kementerian Luar Negeri saya pikir harus memanggil Kedubes Jerman untuk menjelaskan apa yang dilakukan staf diplomatnya mendatangi Markas FPI Petamburan. Ini tidak bisa dibiarkan karena gila ini mencampuri urusan dalam negeri kita," ucap Ferdinand di Jakarta, Sabtu (19/12).

Menurut Ferdinand, pihak Kedubes Jerman sudah salah langkah dan melanggar ketentuan dan etika diplomat dalam berdiplomasi dengan negara sahabat.

BACA JUGA: Respons Kombes Yusri untuk Bantahan Slamet PA 212 soal Pembawa Ganja di Aksi 1812

"Sekali lagi Kementerian Luar Negeri harus memanggil Kedubes Jerman untuk menjelaskan ini. Apa yang dilakukan di sana, tujuannya apa, targetnya apa? Ini tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

Pria yang pernah memimpin Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) ini menilai bahwa kedatangan perwakilan Kedubes Jerman ke Markas FPI di Petamburan patut didalami dan dipertanyakan.

BACA JUGA: Kabar Terbaru Penyelidikan Komnas HAM atas Kasus Tewasnya Enam Laskar FPI

"Jerman tentu tahu bahwa eskalasi politik antara FPI dengan pemerintah saat ini sedang tinggi, dan hadirnya staf diplomat Kedubes Jerman di sana patut dicurigai Jerman mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia," tutur Ferdinand.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman mengabarkan kedatangan perwakilan Kedubes Jerman menyampaikan rasa duka mendalam kepada FPI atas peristiwa tewasnya enam laskar di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Jawa Barat.

Namun, Ferdinand tidak meyakini kunjungan pihak Kedubes Jerman tersebut sekadar untuk mengucapkan belasungkawa atas tewasnya enam Laskar FPI.

"Kalaupun bungkusnya ucapan bela sungkawa, tetapi saya tetap curiga ada sesuatu di luar belasungkawa itu. Kalau bukan sekarang, ya nanti. Saran saya sebaiknya BIN memantau pergerakan ini," tutupnya.(fat/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Terpopuler