Vaksin Corona Akan Disuntikkan ke Warga Bandung, Wawako: Dicek Dulu!

Rabu, 22 Juli 2020 – 00:43 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Tim riset Fakultas Kedokteran (FK) Unpad bersama Bio Farma dan Sinovach Biotech Ltd dari Tiongkok, tengah menyiapkan uji klinis vaksin Covid-19.

Vaksin tersebut direncanakan akan diuji coba kepada 1.620 relawan di Kota Bandung.

BACA JUGA: Calon Vaksin Corona dari Tiongkok Tiba di Indonesia, Semoga Berhasil

Menanggapi ini, Wakil Wali Kota (Wawako) Bandung Yana Mulyana meminta pengecekan terlebih dulu terhadap vaksin tersebut, agar benar-benar selesai teruji untuk bisa mengetahui dampaknya sebelum diujikan ke warga Kota Bandung.

“Uji klinis vaksin ini sudah diakui atau tidak, jangan sampai uji klinis berdampak. Mudah-mudahan kita punya biofarma dan ini harus dicek layak atau tidak, dicek dulu,” ungkap Yana di Balai Kota Bandung, Selasa (21/7).

BACA JUGA: Kesaksian Warga: Kekasih Editor Metro TV Tak Terlihat Sedih Saat Olah TKP

Namun demikian, Yana mengungkapkan, adanya vaksin tetap perlu diapresiasi. Hanya saja, harus efektif dan tak berdampak ke beberapa hal lainnya, dalam hal ini agar benar-benar dapat dilakukan uji klinis yang tepat.

“Saya sebagai penyintas berharap vaksin betul-betul valid teruji secara klinis dan efektif,” ucap Yana.

BACA JUGA: Saksi Kunci Kasus Pembunuhan Editor Metro TV Dipanggil Polisi Lagi, Ada Titik Terang?

Yana juga berharap temuan vaksin pada akhirnya dapat memutuskan mata rantai Covid-19 di Indonesia, khususnya lagi Kota Bandung.

“Virus corona kan bermutasi terus dan ini saya berharap bisa efektif karena harapannya kalau vaksin ditemukan separuh jalan (penanganan) bisa selesai,” ungkapnya.

Menurut Yana, dampak pemberian vaksin pasti ada. Hanya saja, ia meyakini tahap pengujian pasti dilakukan.

“Vaksin kan prosesnya panjang. Setelah ditemukan langsung uji klinis, khawatir ada, tapi dengan diuji juga oleh yang berkompeten biofarma bisa minimalisasi dampaknya terhadap warga Kota Bandung,” pungkasnya. (ysf/radarbandung)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler