Vaksin Sinovac Mendekati Kedaluwarsa, Begini Permintaan SBN Kepada Menkes

Sabtu, 13 Maret 2021 – 23:03 WIB
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin saat vaksinasi Sinovac. Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan Vaksin Sinovac segera sampai kepada seluruh unit pelayanan di Indonesia. Pasalnya, vaksin tahap pertama kedaluwarsa pada 25 Maret 2021.

“Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan vaksinasi secara cepat dan masif,” ujar Sultan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/3/2021).

BACA JUGA: Menkes Budi Singgung Tantangan Terbesar Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Sultan mengimbau Kementerian Kesehatan agar memastikan skema pendistribusian Vaksin Sinovac hingga menjangkau ke titik daerah terpencil.

“Jika Menkes tidak segera mendistribusikan vaksin ke daerah pelosok, terpencil hingga terluar Indonesia, maka akan sia-sia karena vaksin sudah kedaluwarsa," ujar Sultan.

BACA JUGA: Halodoc dan Gojek jadi Omongan Menkes Budi Gunadi Sadikin

Eks Wakil Gubernur itu menyadari kondisi geografis Indonesia yang berbentuk jajar kepulauan serta ketersediaan industri rantai dingin (cold chain) dalam negeri masih sangat minim. Kedua hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian Vaksin yang ada.

Pria yang akrab dipanggil SBN tersebut juga menuturkan bahwa skema distribusi vaksin harus tepat sasaran dan mempertimbangkan skala prioritas.

BACA JUGA: Soal Harga Vaksin Covid-19 Mandiri, Begini Kata Menkes Budi

Dia menyebut distribusi vaksin harus sesuai daerah penerima serta klaster masyarakat yang akan mendapatkan vaksin COVID-19. Dua hal itu merupakan salah satu indikator yang dipakai dalam perencanaan vaksinasi.

“Harus ada skala prioritas serta spesimen khusus terhadap pendistribusian Vaksin agar tiap tahap vaksin yang datang dapat tepat waktu dan tepat sasaran,” kata Sultan.

Sultan juga menyampaikan pentingnya kesiapan serta kesigapan dalam menghadapi bencana apapun karena akan menjadi tolok ukur profesionalisme birokrasi.

Menurut Sultan, generasi kita memang tidak punya pengalaman subjektif terhadap penanganan bencana kemanusiaan dalam bentuk Pandemi. Tetapi cara kita dalam menyikapinya akan menunjukkan sejauh mana kualitas birokrasi pemerintah kita.

“Pandemi Covid-19 telah mengajarkan banyak hal sebagai bahan evaluasi ke depan, terkhusus cara hidup bernegara kita,” ujar SBN.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler