Vaksinasi COVID-19 di Jerman Tertunda Gegara Urusan Suhu

Senin, 28 Desember 2020 – 17:43 WIB
Ilustrasi vaksin. Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, BERLIN - Kampanye vaksinasi virus corona Jerman menghadapi penundaan di beberapa kota, Minggu (27/12). Keputusan itu diambil setelah pelacak suhu menunjukkan bahwa sekitar 1.000 dosis vaksin produksi BioNTech dan Pfizer terindikasi tidak disimpan dalam suhu yang cukup dingin saat pengiriman.

"Saat membaca penanda suhu yang disertakan dalam kotak pendingin, timbul keraguan tentang pemenuhan persyaratan rantai suhu dingin," demikian pernyataan Distrik Lichtenfels di utara negara bagian terbesar Jerman, Bavaria.

BACA JUGA: Vaksinasi Dimulai, Ibu Kota Dapat Jatah Paling Pertama

Pernyataan tesebut menyebutkan bahwa staf medis menemukan suhu dalam satu kotak pengangkut vaksin telah meningkat hingga 15 derajat Celcius, melebihi batas maksimum 8 derajat yang ditetapkan oleh produsen.

Sejauh ini pihak distrik belum menerima saran dari BioNtech tentang bagaimana cara mengatasi masalah tersebut

BACA JUGA: Jerman Mulai Vaksinasi dari Warga Berusia Seabad

Pemerintah daerah di wilayah Upper Franconia Bavaria, tempat beberapa distrik yang terkena dampak, mengatakan bahwa BioNTech membereskan vaksin-vaksin itu pada Minggu malam.

"BioNTech telah mengonfirmasi kualitas suntikan vaksin," kata juru bicara Upper Franconia. "Program vaksinasi dapat dimulai (di wilayah kami)."

BACA JUGA: Pemda Bisa Jatuhkan Sanksi Buat Masyarakat yang Tak Mau Vaksinasi Covid-19

BioNtech sebelumnya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka bertanggung jawab atas pengiriman ke 25 pusat distribusi Jerman dan bahwa negara bagian federal dan otoritas lokal bertanggung jawab atas pengiriman ke pusat vaksinasi dan tim vaksinasi keliling.

"Di sinilah variasi suhu terjadi. Kami berhubungan dengan banyak pihak berwenang untuk memberikan nasihat, namun terserah mereka bagaimana melanjutkannya", kata juru bicara BioNTech.

Dalam presentasi bulan Desember, BioNtech mengatakan bahwa setelah dikeluarkan dari pendingin, vaksin dapat disimpan hingga lima hari pada suhu 2-8C dan hingga dua jam pada suhu hingga 30 derajat Celcius, sebelum digunakan.

Vaksin, yang menggunakan apa yang disebut teknologi mRNA, harus disimpan pada suhu sangat rendah sekitar -70 derajat Celcius (-112F) sebelum dikirim ke pusat distribusi dalam kotak pendingin yang dirancang khusus berisi es kering.

Setelah keluar dari penyimpanan suhu sangat rendah, vaksin harus disimpan pada 2°C hingga 8°C agar tetap efektif hingga lima hari. Kotak pendingin yang dirancang oleh Pfizer dilengkapi dengan pelacak GPS sehingga perusahaan dapat menangani masalah penyimpanan potensial dalam perjalanan.

Juru bicara Lichtenfels mengatakan 1.000 suntikan telah dipengaruhi oleh masalah suhu dan bahwa kota dan distrik Coburg, Kronach, Kulmbach, Hof, Bayreuth dan Wunsiedel di utara Bavaria sedang menunggu untuk mendengar dari BioNTech tentang apakah vaksin tersebut masih dapat digunakan. .

"Vaksinasi terhadap virus corona bukanlah tentang siapa yang memvaksinasi paling cepat atau siapa yang paling banyak memberikan dosis. Keselamatan dan kesungguhan bekerja untuk kepentingan populasi memiliki prioritas tertinggi," kata Oliver Baer, administrator distrik di Hof.

Uni Eropa meluncurkan kampanye vaksinasi COVID-19 massal pada Minggu dengan para pensiunan dan petugas medis mengantre untuk mendapatkan suntikan pertama untuk mengatasi pandemi yang telah melumpuhkan ekonomi dan merenggut lebih dari 1,7 juta jiwa di seluruh dunia.

Penundaan di Jerman memperlihatkan tantangan dalam meluncurkan vaksin sementara regulator meninjau persetujuan suntikan lain, termasuk yang dibuat oleh Moderna dan AstraZeneca, yang lebih mudah untuk diangkut dan disimpan.

Peluncuran vaksin Pfizer di Amerika Serikat berjalan lambat sehingga membuat target pemerintah untuk 20 juta vaksinasi bulan ini diragukan, karena rumah sakit telah menavigasi persiapan suntikan yang sebelumnya dibekukan untuk digunakan, menemukan staf untuk menjalankan klinik dan memastikan jarak sosial yang tepat. .

Di Jerman, masalah suhu serupa juga menunda dimulainya kampanye vaksinasi di distrik selatan Bavaria, Augsburg dan Dillingen, di mana staf akhirnya mendapat izin dari BioNTech untuk menggunakan suntikan.

Kampanye vaksinasi Jerman secara resmi dimulai pada Minggu dengan penghuni panti jompo diinjeksi. Pemerintah federal berencana untuk mendistribusikan lebih dari 1,3 juta dosis kepada otoritas kesehatan lokal pada akhir tahun ini dan sekitar 700.000 per minggu mulai Januari. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler