Varhan Menyesalkan Sikap Pengunjuk rasa yang Mengusir Moeldoko

Minggu, 21 November 2021 – 23:18 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Ilustrasi Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Varhan Abdul Azis menyesalkan sikap para aktivis hak asasi manusia (HAM) yang menggelar aksi Kamisan di Taman Signature, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/11) lalu.

Varhan menyesalkan sikap mereka yang menolak untuk berbicara dan sekaligus mengusir Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dari tempat mereka menggelar unjuk rasa.

BACA JUGA: Berita Dukacita: Legenda Bulu Tangkis Indonesia Meninggal Dunia

Padahal, Moeldoko mendatangi para aktivis tersebut dengan niat mengajak untuk berdialog.

Varhan menyatakan sulit membayangkan perilaku para pengunjuk rasa yang mengeklaim diri sebagai aktivis HAM.

BACA JUGA: Dapat Remisi 4 Bulan, Habib Bahar Bin Smith Bebas Murni

"Ini persoalan dasar dalam pemahaman hak-hak manusia, bahwa hak pribadi itu berbatasan dengan kewajiban untuk menghormati dan memenuhi hak orang lain,” ujar Varhan dalam keterangannya, Minggu (21/11).

Menurut Varhan, seorang aktivis seharusnya tahu betul apa yang menjadi hak, di antaranya berbicara. Kemudian, memahami juga kewajiban yakni mendengar pandangan orang lain.

BACA JUGA: Muncul Ajakan Jihad Melawan Densus 88, Bang Edi Mengingatkan Begini

“Para aktivis sering mengutip Voltaire yang berkata, saya tidak setuju pendapatmu, tetapi akan saya bela mati-matian hakmu untuk berpendapat."

“Jadi, apa yang dilakukan para aktivis di Taman Signature itu membuat orang ragu, benarkah mereka aktivis," ucapnya.

Varhan kemudian mendorong orang-orang yang menyebut dirinya aktivis untuk lebih banyak lagi membaca literatur dan merenungkannya.

“Seperti kata filsuf dan rohaniwan Santo Agustinus, 'Tolle, lege! Tolle, lege!' Ambil dan baca, ambil dan baca! Itu yang harus dilakukan para aktivis agar makin dewasa dan tidak mempermalukan kalangan aktivis lain," katanya.

Sebelumnya, ramai diberitakan sejumlah aktivis HAM menggelar aksi unjuk rasa di Taman Signature, Semarang, Kamis (18/11) lalu.

Di tengah aksi, Moeldoko datang untuk menemui dan berdialog dengan para pengunjuk rasa.

Namun, ditolak oleh para aktivis.

Moeldoko datang ke Semarang untuk menjadi salah satu pembicara kunci di Festival HAM yang digelar di tempat itu.

Para aktivis yang berunjuk rasa justru melarang Moeldoko berbicara. Mereka juga menolak untuk berdialog.

Menurut koordinator lapangan Azis Rahmad, mereka menolak untuk berdialog dengan Moeldoko karena berbicara tanpa ada realisasi.

"Tanpa negara mau mengakomodasi dan menuntaskan pelanggaran HAM, sama saja hanya bualan belaka,” kata Azis.(gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler