Video Surat Suara Tercoblos di Selangor: KPU dan Bawaslu Kirim Tim ke Malaysia

Kamis, 11 April 2019 – 21:48 WIB
Jumpa pers bersama pimpinan KPU dan Bawaslu di Jakarta, Kamis (11/40. Foto: Aristo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) langsung bergerak merespons video viral tentang surat suara Pemilu 2019 yang tercoblos di Selangor, Malaysia. Kedua lembaga penyelenggara pemilu itu pun langsung mengirim tim investigasi ke Negeri Jiran tersebut.

Menurut Ketua KPU Arief Budiman, pihaknya dan Bawaslu memutuskan membentuk tim. “Akan diberangkatkan dari Jakarta untuk melihat langsung ke sana (Malaysia, red),” kata Arief Budiman di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis ini.

BACA JUGA: Kubu Mandala Shoji Tuntut KPU dan Bawaslu Rp 100 Miliar

Arief menambahkan, KPU belum memperoleh informasi detail soal surat suara tercoblos di Malaysia sebagaimana terekam dalam video yang viral. Karena itu KPU juga belum mengetahui hal yang sesungguhnya terjadi ataupun lokasinya.

"Saya mau tahu tempat itu, tempatnya siapa. Surat suara itu apa benar dari KPU, jumlahnya berapa banyak,” tuturnya.

BACA JUGA: Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Masinton Sebut Ada Sindikat Pemilu

Baca juga:

Bawaslu Pastikan Video Viral Surat Suara Tercoblos di Malaysia Bukan Hoaks

BACA JUGA: NasDem Ungkap Keganjilan dalam Video soal Surat Suara Tercoblos di Malaysia

NasDem Ungkap Keganjilan dalam Video soal Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Selain itu, KPU juga ingin tahu pihak yang menemukan surat suara tercoblos dan merekamnya. “Kemudian siapa yang melapor ke Panwas luar negeri dan seterusnya, lalu apa juga sikap dari otoritas setempat," ungkap dia.

Arief meyakini tim gabungan bakal bekerja cepat meneliti kasus ini. Selain itu, Arief juga optimistis persoalan itu akan terungkap sebelum masa pemungutan suara di Malaysia pada 14 April 2019.

"Kami kalau ada kejadian seperti ini juga langsung cepat dan kami minta mereka melakukan pemberitahuan. Namun, karena ini menyangkut beberapa hal yang bisa sangat sensitif karena berada di negara lain, maka kami melakukan pengecekan dengan sangat hati-hati," pungkas dia.(mg10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Korsa Curiga Dubes Rusdi Kirana Terlibat


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler