Viral, Ungkapan Menyentuh Santriwati Cantik Ini Bikin Istri Ustaz Yusuf Mansur Menangis

Minggu, 15 Mei 2022 – 07:20 WIB
Ustaz Yusuf Mansur bersama sang istri, Siti Maemunah. Foto: Instagram/@maemunah_mansur

jpnn.com, JAKARTA - Ungkapan menyentuh santriwati cantik bernama Fathiya Hanifa, viral di media sosial.

Fathiya menuliskan pengalaman pribadinya menghadapi berbagai pertanyaan terkait maraknya potongan video yang lebih banyak menilai negatif kiprah sang guru, yaitu Ustaz Yusuf Mansur.

BACA JUGA: Video Ustaz Yusuf Mansur Ramai Dijadikan Meme, Wirda Mansur Beri Jawaban

Ungkapan alumni santriwati takhassus Pesantren Daarul Qur'an itu dalam bentuk video itu juga sampai ke istri Ustaz Yusuf Mansur, Siti Maemunah.

"Tulisanmu membuat air mata ini mengalir," tulis Siti Maemunah di akun pribadinya di Instagram, yang dikutip JPNN.com pada Minggu (15/5).

BACA JUGA: Fakta di Balik Video Ustaz Yusuf Mansur Marah, Apa Itu Paytren?

Dalam tulisannya tersebut, Fathiyah mengungkapkan kesedihannya terkait maraknya sorotan terhadap gurunya yang akrab disapa UYM akhir-akhir ini.

Mulai dari materi ceramah yang dianggap sebagian kalangan terkesan memaksa orang sedekah hingga mempertanyakan aliran sedekah yang masuk melalui yayasan milik UYM.

BACA JUGA: Ustaz Yusuf Mansur: Pendeta Saifudin Cukup Sudah Berbicara, Polisi Sudah Bergerak

"Qadarullah, saya ditugaskan mengabdi di bagian administrasi pesantren. Sedikitnya saya paham kemana dan pada siapa saja dana manfaat (sedekah) itu disalurkan," kata santriwati cantik yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat itu.

Berikut ini tulisan lengkap Fathiya Hanifa yang viral itu:

Ayahku, tidak seperti kalian sangkakan

"Ceramahnya kok memaksa sedekah sih?"

"Uang sedekah kemana larinya?"

"Eh kiaimu itu lagi kesandung kasus, ya?"

Bismillah... Setelah beberapa bulan ke belakang ini kami diam, berhubung pertanyaan yang sama selalu hadir, terlebih semenjak kami libur dan pulang ke rumah masing-masing.

Sakit bagi kami saat mendengarkannya. Padahal yang sebenarnya terjadi begitu juga berbeda dari apa yang diberitakan.

Sekeras apapun kami membela, seseorang yang dalam hatinya telah timbul rasa benci, maka akan begitu sulit untuk percaya.

Akan sulit juga bagi kami untuk membeberkan kebenaran yang ada.

Yaa Rabb, andai mereka paham apa yang sebenarnya terjadi, maka mereka akan berpikir seribu kali untuk mengkritik murabbi kami

4 tahun dididik dan difasilitasi beasiswa Daarul Qur'an Takhassus, saya sampaikan banyak rasa syukur

Bersama ratusan bahkan ribuan alumninya, Alhamdulillah selama itu pula tidak ada sepeser pun uang yang kami keluarkan untuk biaya apapun.

Baik sandang, pangan atau bahkan buku penunjang.

Jika masih bertanya kemana penyaluran sedekah yang mereka maksud, jawabannya bisa jadi pada beras dan sayur yang masuk ke dalam perut kami, menjadi santapan santri penghafal Al-Qur'an, pada listrik yang menerangi murajaah malam kami

pada air minum untuk penghilang saat tilawah kami, juga pada tembok kokoh tempat ratusan santri bernaung.

Di tahun ke-4 ini, qadarullah saya ditugaskan mengabdi di bagian administrasi pesantren. Sedikitnya saya paham kemana dan pada siapa saja dana manfaat itu disalurkan.

Lalu dengan mudahnya beberapa oknum tetap bersikeras menyebarkan berita yang kiranya sangat mudah diterima di masyarakat. Menjadi fitnah besar yang sulit diredam.

Menyebarkan potongan video yang membuat banyak pihak salah paham.

Mereka hanya membaca berita, tidak sedikit pun terlihat betapa banyak santri yang telah dibiayai dari Daarul Qur'an ini.

Namun satu hal yang beliau katakan saat acara zoom meeting dalam pesan nasihat sebelum liburan kemarin, guru kami, Ayahanda Yusuf Mansur berkata "Nak, pas kalian pulang nanti, dan kalian lihat berita tentang ayah, jangan bela ayah di depan mereka, tetapi bela ayah di hadapan Allah."

Kalimatnya singkat, namun begitu membekas.

Ayah, tak perlu ku ceritakan baikmu di dunia. Namun diamku saat melihat kau diterjang ombak adalah sebuah kesalahan.

Dan tulisan saya di sini tidak bermaksud memaksa orang lain meyakini itu karena akan begitu sulit membuat semua orang percaya.

Semata-mata tulisan ini hanya mengajak teman-teman untuk sama-sama lebih bijak menerima berita yang tersebar.

Jika ucapan dan komentar yang keluar dari lisan kita bukan hal baik, maka diamnya kita akan jauh lebih baik daripada bicaranya kita

Jelas saya adalah fakir ilmu. Tidak banyak yang saya pahami mengenai beliau, tetapi yang saya bisa yakini, beliau manusia terpilih dengan izin Allah juga melalui jasa beliau, terlahir banyak penghafal Al-Qur'an.

Semoga Allah mengampuni kita semua dan segera menyelamatkanmu dari badai besar ini ayah

Pulau terindah sedang menantimu untuk berlabuh. (mar1/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler