Permohonan visa Australia yang diajukan seorang perempuan Indonesia, Kimi Santoso sejauh ini ditolak oleh Departemen Dalam Negeri Australia. Padahal mereka sudah menunjukkan bukti adanya pembicaraan lewat pesan pendek sebanyak 20 kali. Meski Centrelink mengakui hubungan Toddy dan Kimi, imigrasi Australia tolak berikan visa agar Kimi kembali ke Australia Pasangan ini sudah memberikan banyak bukti menunjukkan hubungan mereka adalah murni Seorang pengacara mengatakan pemerintah Australia sekarang lebih ketat dalam memeriksa pengajuan visa

 

BACA JUGA: Australia Sudah Habiskan Rp 35 Miliar untuk Membantu Indonesia Melawan COVID-19

Kimi yang sedang berada di Bali, ingin kembali ke Australia agar dapat kembali bersama pasangannya, Todd Hartley, yang tinggal di Cairns, negara bagian Queensland.

Kimi sebelumnya sudah memiliki visa turis untuk masuk ke Australia namun ia pergi ke Bali untuk menemui sanak keluarganya, sebelum perbatasan internasional ditutup akibat pandemi COVID-19.

BACA JUGA: COVID-19: Angka Kematian di Indonesia Bisa Jadi Lebih Tinggi dari Laporan Resmi

Permintaan Kimi untuk kembali ke Australia sejauh ini ditolak oleh Departemen Dalam Negeri Australia yang tidak percaya mereka memiliki hubungan yang "murni".

"Kami saling mencintai," kata Todd kepada ABC.

BACA JUGA: Seperti Jerinx SID, Ribuan Warga Melbourne Percaya Virus Corona Bagian dari Konspirasi

"Kami saling merindukan," tambahnya

Saat ini dalam pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh Australia, hanya warga negara dan mereka yang sudah memiliki status 'permanent resident' yang boleh kembali ke Australia.

Menurut Departemen Dalam Negeri Australia, mereka yang masih berstatus visa tertentu, walau sudah memiliki hubungan yang jelas dengan warga negara, tidak bisa berarti bisa ke Australia dengan mudah.

Permohonan Kimi sudah dua kali ditolak.

Todd menuduh Departemen Dalam Negeri Australia sedang mempermainkan 'nasib dan emosi' orang, karena menolak mengakui hubungannya dengan Kim sebagai hubungan yang murni. Photo: Kimi Santoso dan pasangannya Todd Hartley sudah memberikan bukti SMS, foto selfie dan akun bank untuk membuktikan hubungan mereka. (Supplied)

  Foto selfie, akun bank dan surat-surat

Dalam penolakannya, Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan berdasarkan bukti-bukti yang ada, mereka tidak percaya hubungan Todd Hartley dan Kimi Santoso adalah hubungan yang murni.

Pasangan itu sudah menyerahkan bukti puluhan ribu pesan pendek yang dikirim antar mereka, foto selfie yang diambil pasangan itu ketika berlibur, serta surat-surat dari orang lain yang mengatakan mereka adalah pasangan.

Todd bertemu dengan Kimi tiga tahun lalu, ketika berlibur di Bali.

Ia mengatakan bingung dengan apa yang terjadi karena hubungan mereka sudah diakui oleh departemen lain dalam jajaran pemerintah Federal Australia.

"Saya adalah warga negara Australia dan dia adalah pasangan saya," katanya.

"Kami sudah membuktikan hal tersebut." Centrelink mengatakan ada kesalahan

Todd mengatakan keputusan untuk menolak permintaan agar Kimi bisa kembali ke Australia bisa disebabkan karena kesalahan yang dibuat oleh lembaga bernama 'Services Australia'.

Dalam permohonan Todd untuk mendapatkan 'JobSeeker', atau dana bantuan bagi pencari kerja yang sulit mendapat kerja di saat pandemi COVID-19, statusnya disebut 'single' atau masih lajang.

'Centrelink' yang bertanggung jawab mengurusi tunjangan sosial sekarang sudah memperbaiki kesalahan tersebut dan menyebut pasangan itu memang memiliki hubungan.

"Kami meminta maaf atas kesalahan yang kami lakukan dan akan terus membantu Todd menyelesaikan maasalah yang dihadapinya," kata manajer umum Services Australia, Hank Jongen.

Namun Hank membantah kesalahan itu berhubungan dengan permohonan visa Kimi.

"Departemen Dalam Negeri tidak menggunakan data dari Services Australia guna mengukuhkan hubungan berkenaan dengan informasi mengenai perjalanan," katanya.

Sejauh ini, Departemen Dalam Negeri Australia tidak menjawab pertanyaan dari ABC mengenai hal ini. Photo: Todd Hartley mengatakan selama berpisah dalam tiga bulan terakhir sudah mempengaruhi hubungannya dengan Kimi Santoso. (ABC Far North: Marian Faa)

 

Seorang pengacara masalah imigrasi, Frank Laza yang dihubungi ABC mengatakan pemerintah Australia sedang meningkatkan penyelidikan terhadap mereka yang mengajukan permohonan visa Australia selama pandemi.

Kantornya yang di Cairns saat ini juga sedang membantu seorang perempuan asal sebuah negara di Skandinavia yang menikah dengan seorang warga Australia untuk bisa datang menggunakan visa turis.

"Meskipun mereka sudah menikah dan memiliki surat kawin, Imigrasi ingin mendapatkan informasi lebih banyak mengenai hubungan mereka," kata Frank.

"Sekarang mereka harus membuktikan bahwa hubungan mereka memang benar adanya."

Frank mengatakan pandemi COVID-19 ini telah menimbulkan banyak kebingungan bagi mereka yang hendak masuk atau meninggalkan Australia.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

BACA ARTIKEL LAINNYA... Flu Babi Muncul di Tiongkok, Akankah Jadi Pandemi dan Haruskah Kita Waspada?

Berita Terkait