Vox Point Indonesia, Tiga Tahun Mengawal Isu-Isu Kebangsaan

Vox Point Indonesia bertekad menyuarakan kepentingan kebangsaan.

Selasa, 12 November 2019 – 10:10 WIB
Dewan Pimpinan Nasional Vox Point Indonesia usai audiensi dengan Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo di Wisma Keuskupan Agung Jakarta, Selasa 28 Mei 2019. Foto: Dok. Vox Point Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - Tempus Fugit. Ungkapan dalam bahasa Latin ini diterjemahkan secara harafiah adalah waktu terbang. Maksudnya ‘waktu menghilang’ begitu cepat. Begitulah kira-kira yang dirasakan oleh Vox Populi Institut Indonesia atau Vox Point Indonesia yang sudah tiga tahun mengibarkan panjinya di Bumi Pertiwi Indonesia hingga tiba waktu menggelar Kongres Pertama pada 15-17 November 2019 mendatang.

Ketua Umum Vox Populi Institut Indonesia (Vox Point Indonesia) Yohanes Handojo Budhisejati mengatakan sejak berdiri pada 12 Maret 2016 oleh beberapa tokoh pendiri, Vox Point Indonesia menjadi wadah untuk berkontribusi pada bangsa dan negara ini terus bergerak dengan cita-cita tunggalnya mengembangkan nilai-nilai kebangsaan, menjaga tetap tegaknya pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Vox Point Indonesia, dalam tiga tahun perjalanannya terus mendorong keterlibatan aktif kader di seluruh Indonesia dalam percaturan politik di Tanah Air baik melalui jalur eksekutif maupun legislatif. Vox Point Indonesia juga lantang menyuarakan pesan politik kebangsaan dan terlibat aktif dalam dinamika politik Tanah Air, baik pilkada, pileg maupun pilpres,” kata Yohanes Handojo dalam kepada wartawan, Selasa (12/11).

BACA JUGA: Vox Point Indonesia Minta Masyarakat Menghargai Keputusan MK

Menurut Yohanes Handojo, komunikasi dengan berbagai pihak baik hirarki, Ormas-ormas kebangsaan, partai-partai politik, lembaga-lembaga negara maupun para tokoh-tokoh bangsa terus dilakukan. Berbagai agenda internal organisasi juga terus berjalan melalui beberapa program seperti Rekoleksi Politik yang sudah memasuki angkatan ke-7

BACA JUGA: Vox Point Indonesia: Calon DPR RI Harus Punya Komitmen Kebangsaan

Profesor Mahfud MD yang kini menjabat Menkopolhukam bersama pimpinan Vox Point di Sekretariat V dalam Vox Point Indonesia, Selasa (30/7/2019). Mahfud hadir untuk meyampaikan Orasi Kebangsaan. Foto: Vox Point Indonesia

Diskusi Politik juga digelar setiap bulan dan Pendidikan Politik, termasuk pengembangan organisasi sehingga tanpa terasas Vox Point Indonesia kini telah tersebar di 17 Provinsi atau Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 60 kabupaten kota atau Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

BACA JUGA: Sumba Pulau Terindah versi Media Vox Jerman

“Sudah tiga tahun berlalu, saya melihat ini adalah karya Tuhan, Ada campur tangan Ilahi dalam perkembangan Vox Point Indonesia sampai saat ini. Lebih dari itu, hal ini juga menjadi tantangan agar agenda besar mengawal isu-isu kebangsaan terus kami lakukan, karena tantangan dan dinamika hidup berbangsa dan bernegara yang saat ini makin kompleks,” kata Yohanes Handojo.

Bukan Noise Tetapi Voice

Menengok ke belakang, Vox Point Indonesia atau Vox Populi Institute (Point) Indonesia lahir dari suatu kebutuhan dan kegelisahan. Salah seorang inisiator, Bambang Sunanta menyebutkan dengan nama ini Vox Point Indonesia benar-benar bertekad menjadi Suara (Vox) yang menyuarakan kepentingan kebangsaan dan itu adalah suara yang benar-benar lahir mewakili kepentingan rakyat atau umat (Populi).

Bukan hanya itu, kata Bambang, VPI juga ingin menjadi wadah pergerakan serta pemberdayaan dan kajian sosial politik dan kenegaraan (Institute) di tengah keringnya diskursus kebangsaan.

“Artinya semua perjuangan kita di tengah masyarakat, bagi Gereja, bangsa dan Negara betul-betul menjawab kebutuhan umat dan masyarakat dengan basis refleksi yang mendalam dan terukur. Menjadi suara saat ini tentu saja bukan untuk ikut meramaikan saja ata sekedar menciptakan ‘noise’ atau kebisingan tetapi benar-benar suara atau ‘voice’ yang mendorong perubahan, karena lahir dari suatu proses refleksi yang dalam,” kata Bambang.

Sementara itu, Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo menambahkan Vox dengan misinya merupakan suara kebangsaan yang bermuara pada tetap tegaknya 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Karena mengedepankan politik kebangsaan, Vox menurut Handojo berdiri di atas semua golongan dan kelompok serta partai politik apa pun.

“Ada banyak dinamika hidup berbangsa dan bernegara yang memungkinkan kami ditarik dalam berbagai kepentingan tetapi tidak kami lakukan karena kami ingin betul-betul menjawab secara jernih tantangan kebangsaan kita saat ini. Termasuk banyak perkiraan bahwa Vox terlibat politik praktis, itu tidak kami lakukan karena politik kami adalah politik kebangsaan. Di atas segala-galanya adalah kepentingan bangsa, persatuan dan keutuhan bangsa,” tegas Handojo.

Dalam kerangka itulah, menurut Handojo komunikasi terus aktif dilakukan, baik pada para tokoh, partai-partai politik, Ormas, silaturahmi antarumat beragama, tanpa membeda-bedakan latar belakang.

Di tengah banyak kecurigaan antar elite saat ini karena dinamika politik, Vox ingin menjadi ‘jembatan’ yang bisa melintasi semua kelompok kepentingan.

Bagi Vox, kata Handojo, di atas segala-galanya adalah persatuan bangsa sehingga sekeras apa pun perseteruan politik, sekencang apa pun dinamikanya, kita tetap akan bertemu pada satu titik yaitu keutuhan bangsa.

“Ini tidak bisa kita tawar dan kompromikan lagi. Maka bagi kami yang utama adalah kita harus menjadi jembatan bagi satu sama lain dan bukan membangun tembok yang saling memisahkan. Mengutip Kata Bapa Kardinal Ignatius Suharyo, Allah itu pada dasarnya mempersatukan, bukan memisah-misahkan,” ungkap Handojo.

Menanti Aksi Nyata Kebangsaan

Jelang momentum Kongres I Vox Point Indonesia, Moderator DPN Vox Point Indonesia Ronney Neto Wuli mengungkapkan bahwa perjalanan Vox Point Indonesia adalah sebuah perjalanan mendayung biduk di tengah berkelindannya berbagai dinamika dan kepentingan hidup berbangsa dan bernegara yang tetap tidak kehilangan warna dan jatidirinya.

“Kalau ada filosofi terlarut tetapi tidak terhanyut, maka itulah Vox Point Indonesia. Tinggal sekarang bagaimana kita konsisten melakukan aksi nyata kebangsaan yang dibutuhkan oleh bangsa ini,” tegas Dosen Universitas Pertahanan Indonesia tersebut.

Tiga tahun perjalanan Vox Point Indonesia kata dia adalah waktu yang sangat singkat dan sudah saatnya untuk merumuskan langkah nyata kebangsaan yang benar-benar dibutuhkan oleh bangsa ini.

“Artinya pada tataran wacana atau diskursus kita bisa terus berupaya tetapi langkah yang tak kalah penting adalah aksi nyata itu yang sedang ditunggu-tunggu,” kata Ronny.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sekaligus Dewan Pakar Vox Point Indonesia Johnny G Plate mengungkapkan Vox Point Indonesia harus hadir menjadi pembeda dari organisasi kebanyakan.

 

Dewan Pakar Vox Point Indonesia Johnny G Plate yang kini menjabat Menkominfo (ketiga kanan) bersama Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, Ketum PSI Grace Natalie saat menghadiri Seminar Nasional dalam rangka HUT ke-3 Vox Point Indonesia di Jakarta, 31 Maret 2019. Foto: Vox Point Indonesia

Dalam konteks itu Vox, menurut Johnny, harus memiliki Sumber Daya Manusia yang kompoten dalam ilmu-ilmu politik dan pengetahuan yang mumpuni untuk mendidik kader-kader yang ingin terjun dalam politik praktis.

“Vox Point Indonesia jangan hanya menyerukan pesan-pesan dan nilai-nilai tentang politik, Vox Point Indonesia harus melakukan sesuatu yang lebih nyata untuk membantu orang-orang yang ingin terjun dalam politik," papar Johnny.

Sebagai sebuah wadah pengembangan kader politik, Vox Point Indonesia diharapkan dapat menjadi penghubung calon-calon itu kepada partai politik peserta pemilu.

“Saatnya sangat tepat untuk menyiapkan kader-kader itu supaya memiliki posisi tawar atau bergaingin position Saya sangat yakin Vox Point Indonesia bisa melakukan itu dan tentunya dengan komitmen yang kuat," ungkapnya.

Gelar Kongres I

Mengambil tema ‘Mengakar Pada Pancasila Wujudkan Indonesia Maju” Vox Point Indonesia akan menggelar Kongres Pertama pada 15-17 November 2019 mendatang di Jakarta. Salah satu tujuan Kongres ini adalah untuk memilih Ketua Umum Periode 2019 – 2022.

Vox Point Indonesia bersama Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang kini menjabat Menhan RI usai menggelar silaturahmi kebangsaan di rumah orang tua Prabowo Subianto di Jalan Kartanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/12/2017). Foto: Vox Point Indonesia

“Selain memilih Ketua Umum, acara ini juga untuk mengevaluasi perjalanan Vox Point Indonesia selama tiga tahun yakni periode 2016 – 2019. Selain itu juga untuk membenahi roda organisasi baik Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga. Forum ini juga merancang program kerja nasional untuk tiga tahun ke depan,” kata Ketua Panitia Yacobus Bouk.

 

Jack memastikan acara ini akan dihadiri oleh delegasi dari 17 DPD (provinsi) dan 60 DPW (Kabupaten/Kota) dan seluruh pengurus Dewan Pimpinan Nasional dengan jumlah peserta 200 orang.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler