Wabah COVID-19 Belum Teratasi, Mayoritas Publik Masih Puas dengan Kinerja Jokowi

Minggu, 07 Februari 2021 – 16:29 WIB
Hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi yang dilakukan New Indonesia Research & Consulting. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Meski laju pertambahan kasus COVID-19 tak kunjung melambat, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo tetap tinggi. Demikian kesimpulan yang diambil New Indonesia Research setelah melakukan survei terhadap 1.200 responden baru-baru ini.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi meningkat,” demikian ungkap Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (7/2).

BACA JUGA: Hasil Survei Terbaru soal Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi

Pada Juni 2020, ujar Andreas, survei yang dilakukan lembaganya menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik berada di angka 62,8 persen.

Angka itu terus bergerak naik hingga menyentuh level 65,1 persen pada Oktober.

BACA JUGA: Kinerja Perdagangan Kembali Surplus, Tim Ekonomi Jokowi Tuai Pujian

Kini, lanjut dia, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden ketujuh RI itu sudah di angka 70,3 persen.

Menurut Andreas, keputusan Jokowi menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi adalah. Selain itu vaksinasi tahap pertama yang mulai digelar makin menaikkan kepuasan publik.

BACA JUGA: Jokowi Mania Nilai Kinerja 10 Menteri Ini Sangat Buruk

“Tampilnya Jokowi di depan publik sebagai orang pertama yang mendapat suntikan vaksin memberi pesan yang sangat kuat kepada masyarakat,” tandas Andreas.

Dia pun berpandangan bahwa pembatasan sosial yang masih terus diberlakukan justru berkontribusi terhadap tingkat ketidakpuasan publik yang kini berada di angka 26,8 persen..

“PSBB transisi terus berlaku di DKI Jakarta, berlanjut lagi dengan kebijakan baru PPKM Jawa-Bali,” Andreas menambahkan.

Hal itu juga bisa terlihat dari elektabilitas kepala daerah yang tidak terlalu ketat menerapkan pembatasan sosial, seperti Ganjar Pranowo, Ridwan Kami dan Khofifah Indar Parawansa.
Berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, ketiga gubernur itu mengalami kenaikan elektabilitas. Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang terus memberlakukan PSBB bernasib sebaliknya.

“Publik melihat bahwa kegagalan penanganan Covid-19 terkonsentrasi di Jakarta, yang notabene adalah kesalahan Anies,” ujar Andreas menyimpulkan.

Survei NEW INDONESIA Research & Consulting dilakukan pada 20-31 Januari 2021, dengan sambungan telepon kepada 1200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. (jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler