Wabah Ebola di Kongo Makin Sulit Dikendalikan

Senin, 22 Juli 2019 – 23:59 WIB
Suhu tubuh seorang perempuan yang masuk ke Kongo dari Rwanda dicek lebih dulu. Sejauh ini belum ada kasus ebola di Rwanda. Foto: John Wessels/AFP

jpnn.com, KINSHASHA - Wabah ebola di Kongo memang sulit dikendalikan. Namun, melarang orang-orang untuk bepergian ke negara yang dipimpin Presiden Felix Tshisekedi itu juga tidak akan menyelesaikan masalah. Hal tersebut justru menghalangi upaya untuk mengontrol virus.

’’Kami ingin memastikan bahwa komunitas internasional dan anggota negara-negara Afrika tidak menerapkan larangan untuk siapa saja yang keluar dan masuk Kongo,’’ tegas Direktur Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Afrika Dr John N. Nkengasong dalam konferensi pers, Jumat (19/7).

BACA JUGA: Wabah Ebola Menggila, Petugas Kesehatan Malah Dibantai Warga

Puluhan ribu orang menyeberang dari Kongo ke Uganda saat market day alias hari pasar. Ancaman penularan memang tinggi jika banyak orang yang keluar masuk. Namun, menutup perbatasan dirasa bukan solusi. Hal itu justru bakal memicu kepanikan penduduk.

BACA JUGA: Wabah Ebola Menggila, Petugas Kesehatan Malah Dibantai Warga

BACA JUGA: Soundtrack The Lion King, Surat Cinta Beyonce untuk Afrika

Hal senada dilontarkan Margaret Harris, juru bicara WHO. Penutupan perbatasan justru akan mempersulit pemindahan orang dan suplai medis dari dan ke luar area terdampak. Itu bisa menghambat upaya tim respons untuk mengakhiri epidemi.

’’Rekomendasi utama kami adalah dukung Kongo dan jangan panik,’’ kata Harris, sebagaimana dikutip Agence France-Presse.

BACA JUGA: Ebola Renggut 1.600 Nyawa di Kongo, WHO Tetapkan Status Darurat

Meski begitu, tidak berarti orang-orang yang keluar masuk perbatasan dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan. Pengecekan dilakukan satu per satu untuk mencari tanda-tanda penularan ebola. Penduduk diminta untuk cuci tangan dan dicek suhu tubuhnya sebelum menyeberang keluar maupun masuk Kongo.

Mereka yang tidak lolos cek suhu tubuh akan dikarantina lebih dulu. Petugas bakal memeriksa apakah mereka mengalami panas ebola ataukah karena penyakit lainnya.

Saat ini ada vaksin eksperimental untuk mencegah penularan ebola. Sebanyak 160 ribu orang telah divaksin. WHO mengungkapkan bahwa mereka yang sudah divaksin akan terlindung selama 12 bulan. (sha/c18/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kamp Imigran di Lybia Dibombardir, Puluhan Anak-Anak Jadi Korban


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler