Wacana Kenaikan Cukai Rokok 2021, Begini Sikap FORMASI

Jumat, 30 Oktober 2020 – 11:53 WIB
Rokok (Ilustrasi). Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia (FORMASI) menolak wacana kenaikan cukai rokok pada 2021, yang dirasa terlalu tinggi.

Ketua Harian FORMASI Heri Susanto mengatakan, kenaikan cukai yang terlampau tinggi akan memberikan dampak buruk bagi industri hasil tembakau (IHT).

BACA JUGA: Gapero Malang Sampaikan Usulan untuk Pemerintah Terkait Tarif Cukai Rokok

Heri meminta pemerintah untuk lebih peka melihat situasi saat ini dengan menaikkan cukai rokok secara wajar, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan.

“Ini ada yang bilang 17, 19%, sebenarnya dari cukai pemerintah minta berapa sih? Coba kita hitung-hitungan, komponennya sudah jelas, pakar-pakar ekonomi sudah jelas, inflasinya berapa, pertumbuhan ekonominya berapa sehingga PDB nya bisa dihitung sekian-sekian. Sebaiknya tarif cukai di 7-10,” ujar Heri.

BACA JUGA: Ivan Gunawan Ucapkan Selamat, Kiwil: Ini Belum apa-apa Sudah Ramai Saja

Heri mengungkapkan pemerintah untuk ketiga kalinya berbeda dalam menentukan tarif dan langsung melakukan rapat terbatas. Menurut Heri, dulu rapat dilakukan dengan Badan Kebijakan Fiskal dan Menteri Keuangan saja.

“Sekarang enggak, ini menjadi preseden buruk,” ungkap Heri.

BACA JUGA: JD.ID Beauty Luncurkan Fitur AR Make-up Try On, ada Diskon Spesial Hingga 50%

Ditekankan Heri, kenaikan cukai rokok pada 2021 tentunya akan membebani pelaku usaha IHT.

“Pengusaha sekarang ini kan sudah mengerti situasinya, kami ini dengan pandemi sudah berat dan banyak pengurangan hingga setengahnya karena harus physical distancing,” kata Heri.

Untuk itu terkait kebijakan cukai rokok, Formasi berharap pemerintah agar ada kepastian hukum. Bagi Heri, kebijakan pemerintah saat ini sudah cukup baik namun bisa ditingkatkan dari sisi pengawasan karena banyak rokok ilegal.

“Pemerintah juga harus dengarkan para pengusaha. Biar yang happy pengusaha, karyawan, petani, masyarakat. Kalau pemerintah saja yang happy tapi pekerjanya tidak enak kan tidak baik,” tandas Heri.(chi/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler