Wacana Pembentukan Pansus Bergulir, Begini Kata Nasabah Jiwasraya

Senin, 13 Januari 2020 – 16:11 WIB
Ilustrasi Jiwasraya. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah nasabah PT Asuransi Jiwasraya menginginkan aksi korporasi yang dilakukan pemegang saham berjalan mulus tanpa menimbulkan kegaduhan yang berakibat terganggunya pengembalian dana nasabah.

Karena itu, Agung Setiawan nasabah Jiwasraya berharap wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) tidak dilanjutkan.

BACA JUGA: YLKI Pertanyakan Motif DPR Bentuk Pansus Jiwasraya

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mohon wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya agar tidak dilanjutkan, karena justru bisa menimbulkan permasalahan baru. Kami hanya ingin uang kembali, tapi juga tidak ingin persoalan ini berlarut-larut sehingga tidak selesai," kata Agung seperti dikutip dari Antaranews.com.

Menurut Agung, keberadaan Pansus Jiwasraya belum tentu menjamin optimalnya upaya restrukturisasi Jiwasraya yang sedang dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

BACA JUGA: Isyarat DPR Bakal Dahulukan Pansus Jiwasraya daripada Asabri

Selain bisa memengaruhi calon investor strategis yang berencana menanamkan modalnya di anak usaha Jiwasraya, PT Jiwasraya Putra, Pansus juga dinilai bisa mengganggu proses penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung dalam membongkar kerugian negara dan Jiwasraya.

“Aksi korporasi yang dilakukan Kementerian BUMN adalah persoalan bisnis. Kalau bicara bisnis, tentu saja butuh stabilitas politik. Sedangkan di sisi hukum, kami sangat mendukung Kejaksaaan Agung untuk membongkar kasus ini seadil-adilnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Andre Rosiade Desak Pembentukan Pansus Jiwasraya di Rapat Paripurna DPR

Nasabah Jiwasraya lainnya, Leo Siahaan juga menilai bahwa wacana pembentukan Pansus Jiwasraya akan memperkeruh suasana, sekaligus memperlambat upaya restrukturisasi perusahaan.

Untuk itu, dia berharap agar semua pemangku kebijakan menghargai proses bisnis dan hukum yang sedang dilakukan oleh Kementerian BUMN dan Kejaksaan.

“Sejauh ini pernyataan Menteri BUMN, clear bahwa pemerintah tidak akan lari dan akan mengembalikan uang ketika ada uang masuk dari investor atau holding asuransi. Jadi Kami tidak ingin negara rugi dua kali dengan dana talangan atau bailout seperti Bank Century yang akhirnya juga tidak jelas,” tandas Leo.(ANTARA/JPNN)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler