Wacana Prabowo-Airlangga Makin Santer, Golkar Serahkan kepada Ketum

Senin, 13 Maret 2023 – 21:20 WIB
Dokumentasi - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Golkar menanggapi dengan santai wacana duet Prabowo Subianto-Airlangga Hartarto yang belakangan ini makin santer. Partai berlambang pohon beringin tersebut menyerahkan keputusan terakhir terkait urusan capres-cawapres kepada sang ketua umum.

"Dinamika itu bagian dari yang harus dilalui ya menuju proses pendaftaran pilpres 2024. Oleh karena itu saya kira berbagai kemungkinan konfigurasi itu menurut saya masih sangat dinamis dan tentu yang memiliki otoritas untuk menentukan siapa dan bagaimana tentu kewenangannya ada pada ketua umum masing-masing partai politik," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (13/3).

BACA JUGA: Politikus Golkar Anggap Pernyataan Romy Prematur Soal KIB Bisa Bubar

Ace mengatakan, KIB tegas menginginkan kader dari partai internal untuk diusung di pilpres 2024. Hal itu sebagai otoritas partai yang di dalam konstititusi memiliki kewenangan untuk mencalonkan pasangan capres-cawapres.

Hingga saat ini sambung Ace, KIB masih membahas soal capres-cawapres yang akan diusung. Namun, secara resmi Partai Golkar menginginkan Airlangga Hartarto diusung sebagai capres.

BACA JUGA: Tunggu Jokowi Tunjuk Pengganti Amali, Golkar Embuskan Isu Reshuffle Sejumlah Pos di Kabinet

"Oleh karena itu saya kira orang boleh saja berasumsi tentang berbagai dinamika yang terjadi tapi intinya soal figur di KIB nanti akan dibahas antar ketua umum," ujar Ace.

Terkait klaim Ketum PKB Muhaimin Iskandar sudah dekat dengan Golkar, Ace mengatakan, komunikasi intensif kepada seluruh partai politik. Termasuk dengan PKB dan Gerindra.

BACA JUGA: Airlangga Ajak Kader Golkar Gotong Royong Bantu Korban Kebakaran Depot Pertamina Plumpang

Apalagi kata Ace, KIB sejak awal terbuka untuk berkoalisi dengan partai politik lain maupun dengan koalisi yang terbentuk di luar KIB.

"Harus dijaga karena yaitu tadi saya kira sampai waktu yang telah ditentukan pasti proses perubahan politik bisa berjalan sesuai dengan dinamika yang terjadi," kata Ace.

Menurutnya, KIB sendiri punya tenggat waktu untuk memnculkan capres-cawapres yang akan diusung. Menurutnya keputusan politik tak bisa dalam ruang yang kosong tapi juga harus melihat dinamika yang terjadi terkait dengan partai dan kemungkinan koalisi lain. (dil/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler