Waduh... Disdik Batam Ketakutan, Semua Proyek Fisik Ditunda

Selasa, 12 Mei 2015 – 20:35 WIB

jpnn.com - BATAM - Saking ketakutan tersangkut kasus, Dinas Pendidikan (Disdik) kota Batam menunda seluruh pelaksanaan proyek fisik di tahun ini. Ketakutan ini menyusul imbas dari ditahannya Kepala Bidang Program Dinas Tata Kota (Distako) Batam, Indra Helmi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lampu hias MTQ Nasional tahun 2014 lalu.

"Semua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) takut mengerjakan," kata Muslim Bidin, Kepala Disdik Batam, Senin (11/5).

BACA JUGA: Ini Data Hari Pertama Pendaftaran SBM PTN

Dalam proyek tersebut, Indra Helmi bertugas sebagai PPK atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Belum lagi Direktur RSUD Embung Fatimah, dr Faradilla Malarangan yang disebut-sebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), Jumat (8/5) lalu.

Padahal, proyek itu sudah berlalu empat tahun lamanya. "Saya sudah bilang, jangan ambil sepeser pun dari proyek itu (dari proyek Disdik, red). Tapi mereka masih saja takut," katanya lagi.

BACA JUGA: Merasa Nyaman, Guru Ogah Dimutasi

Proyek fisik Disdik Batam tahun ini meliputi pembangunan 93 ruang kelas baru (RKB) dan enam unit sekolah baru, terdiri dari dua SD, dua SMP, dan dua SMA-SMK. Hanya saja, proyek itu belum dimulai, bahkan belum masuk tahap lelang.

Bahkan, sambungnya, jangankan pembangunan baru, proyek revitalisasi sekolah pun belum berlangsung. Ini menjawab pertanyaan mengapa sekolah-sekolah yang rusak tak segera diperbaiki.

BACA JUGA: Pendaftaran SBMPTN Sudah Dibuka, Tes Dimulai 9 Juni

Untuk itu, lanjut Muslim, hingga tahun ajaran baru nanti pihaknya memperkirakan belum ada tambahan ruang kelas baru. Ia menjelaskan, sebenarnya pemerintah telah ancang-ancang untuk membangun 93 ruang kelas baru untuk tahun 2015 ini.

"Itu diprioritaskan untuk SD dan SMP," bebernya.

Padahal, ini sudah hampir pertengahan tahun. Satu pengerjaan proyek pembangunan, setidaknya akan membutuhkan waktu enam bulan. Belum lagi proses lelang yang memakan waktu 40 hari. Paling lambat, proyek itu harus dimulai pertengahan Juli nanti.

"Tapi prediksi saya tidak selesai," ujarnya.

Kondisi ini, mau tidak mau akan berpengaruh pada para siswa. Muslim khawatir, lebih dari 50 persen siswa baru akan terlantar. Sebab, tidak ada tempat belajar baru. Sementara jumlah siswa pasti akan bertambah.

Tahun ini, Disdik memperkirakan akan ada 10.000 siswa baru. Jumlah itu terdiri dari 3.000 calon murid SD, 5.000 calon siswa SMP, dan 2.000 calon siswa SMA-SMK.

"Semuanya pasti akan tertampung, asal ada double-shift dan pengubahan rasio siswa per kelas," tuturnya.

Disdik pun tidak lagi menaruh harapan pada sekolah-sekolah yang dibangun Distako Batam. Muslim mengaku tidak tahu kelanjutan nasib gedung-gedung sekolah yang pembangunannya terhenti saat ini.

Ia enggan mengambil alih proyek itu. Distako harus bertanggung-jawab menyelesaikannya. Atau, kalaupun harus dialihkan, harus ada kajian yang dalam. "Nanti sempat kami ambil alih, ternyata bermasalah. (Kami) kena dong," ujarnya lagi.

Muslim akan menyerahkan masalah ini kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Biarlah dua pemimpin Batam itu yang membujuk para PPK untuk memulai pengerjaan proyek tersebut.

"Saya akan membicarakannya lagi dengan Pak Wali setelah ia pulang dari Surabaya nanti," katanya. (hgt/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berbagi Ilmu Bersama FIFGROUP


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler