Waduh, Ribuan Sapi Ternak Terjangkiti PMK, 13 Ekor Mati Mengenaskan

Rabu, 11 Mei 2022 – 00:50 WIB
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Safuan mengatakan sebanyak 1.881 ekor sapi ternak terserang penyakit PMK. Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko

jpnn.com, ACEH TAMIANG - Sebanyak 1.881 ekor sapi ternak di Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan terjangkiti penyakit mulut dan kuku (PMK).

Akibat wabah tersebut 13 ekor di antaranya mati.

BACA JUGA: Daging Sapi Tembus Rp 166 Ribu Per Kilogram

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang Safuan di Aceh Tamiang, Senin (10/5).

"Sebanyak 13 ekor sapi dilaporkan mati mengenaskan," ungkap Safuan.

BACA JUGA: Sejumlah Harga Bahan Pangan di DKI Turun, Daging Sapi Lebih Murah

Dia menambahkan berdasarkan hasil uji laboratorium, kematian sapi tersebut karena wabah penyakit mulut dan kuku.

Safuan mengatakan ternak sapi masyarakat di Kabupaten itu 45 ribuan ekor.

BACA JUGA: Danone Indonesia Berdayakan Perempuan di Peternakan Sapi Perah

Puluhan ribu hewan ternak tersebut tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara dua kecamatan lainnya, kata Safuan, belum terdata apakah ada hewan ternak sapi terpapar penyakit mulut dan kuku atau tidak.

Meski begitu, petugas di lapangan mendata kondisi hewan ternak di dua kecamatan tersebut.

"Dua kecamatan yang belum kami data, yaitu Tenggulun dan Tamiang Hulu," tuturnya.

Menurut Safuan, penyakit mulut dan kuku dengan gejala demam tinggi, mulut mengeluarkan air seperti buih, tidak mau makan hingga kuku terkelupas.

Wabah penyakit itu berakhir dengan kematian hewan ternak.

Safruddin, peternak sapi di Aceh Tamiang, mengaku sebanyak 19 ekor sapi miliknya terkena wabah penyakit mulut dan kuku secara serentak.

Gejala penyakit tersebut lunglai dan berjalan pincang.

Gejala diketahui menjelang lebaran IdulFitri.

"Saya melihat banyak ternak sapi saya mengalami keanehan, mulut keluar liur banyak dan tidak mau makan rumput. Kakinya tiba-tiba pincang tidak bisa bangun," kata Safruddin.

Safruddin mengatakan dirinya sempat memanggil mantri ternak dan minta menyuntikkan obat.

Saat itu, kondisi lembu sudah terbaring dan kuku kakinya mau copot.

"Tiga hari setelah disuntik kesehatan sapi mulai mengalami perubahan dan sudah mau makan. Namun, saya masih khawatir wabah penyakit mulut dan kuku ini," kata Safruddin. (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Temuan Komisi VI di Pasar Cibinong, Harga Minyak Goreng hingga Daging Sapi


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler