Wah, Cengkareng Kekeringan

Kamis, 30 Juli 2015 – 14:42 WIB
Beberapa warga tampak antre mendapatkan air bersih. FOTO: dok

jpnn.com - JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sudah melakukan pemantauan terkait kekeringan di Jakarta. Dari hasil pemantauan, mereka mendapatkan informasi bahwa kekeringan terjadi di Cengkareng.

"Ini masih dibahas di tingkat pimpinan untuk menerbitkan edaran gubernur," ucap Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Jakarta Bambang Surya Putra kepada wartawan, Kamis (30/7).

BACA JUGA: Ahok Digarap Bareskrim, Ini Harapan Wagub Djarot

Bambang menjelaskan, kekeringan di Cengkareng disebabkan banyaknya warga yang menggunakan air tanah. Hal itu, sambung dia, menyebabkan penurunan air tanah.

Untuk mengatasi kekeringan, Bambang mengatakan, perlu ada peningkatkan jumlah air. Perusahaan Air Minum, kata dia, sudah berusaha untuk mengatasi kekurangan air itu. 

BACA JUGA: Ditanya soal Kasus UPS, Ini yang Disampaikan Ahok Kepada Penyidik

Sementara,‎ untuk kondisi sungai-sungai di Jakarta cenderung surut. Hal ini berdasarkan pantauan BPBD DKI di pintu air. Salah satunya adalah Katulampa.

‎Bambang menambahkan, sungai di Jakarta banyak yang mengandung limbah sehingga tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu yang berlimbah adalah Ciliwung.

BACA JUGA: Asyik... Ahok Berencana Bangun Rusun Sederhana untuk Personel Polisi

"Kalau Ciliwung sih seperti saya sampaikan kualitasnya baik, tapi dari hulu sampai Jakarta itu limbah domestik semua masuk ke sungai. Selama masih kotor, sungai enggak bisa digunakan airnya," ungkap Bambang. 

Terpisah, ‎Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, persediaan air di DKI Jakarta masih baik. "Selama ini DKI masih oke airnya. Tapi, cuma kotor," tandas pria yang akrab disapa Ahok ini. (gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ahok: Sayang Haji Lulung Bukan Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler