Wakil Ketua DPRD Bali Sediakan Bilik Rumah Untuk Pesta Sabu

Senin, 06 November 2017 – 09:01 WIB
Wakil Ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Swastika alias Jero Jangol. Foto: JPG/RadarBali

jpnn.com, DENPASAR - Rumah wakil ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Swastika alias JJ alias Mang Jongol, alias Jero Jangol di Jalan Batanta Nomor 70, Banjar Seblanga, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat digerebek pada Sabtu (4/11).

Penggerebekan itu tak terlalu mengagetkan sebagian rekan-rekannya sesama legislator.

BACA JUGA: Brida Andika Babak Belur Dikeroyok Empat Pemuda

Mereka sudah lama kasak-kusuk membincangkan indikasi permainan narkoba Komang Swastika.

Bermula ketika April 2016, BNN Provinsi Bali merahasiakan nama anggota wakil rakyat Bali yang hasil tes urine-nya mengindikasikan sebagai pemakai narkoba.

BACA JUGA: Polisi Dikeroyok 4 Orang Hingga Babak Belur

Hingga lebih dari setahun, nama tersebut tak kunjung dipublikasikan.

Reaksi sempat bermunculan. Elemen Masyarakat Bali Antinarkoba (EMBAN) Bali, misalnya.

BACA JUGA: Aksi Pencurian Terekam CCTV, Beredar di Medsos

Mereka mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat mengambil alih kasus oknum anggota DPRD Bali yang positif menggunakan narkoba tersebut.

Beredar kabar legislator anonim itu terindikasi sebagai pemakai sekaligus pengedar. Menurut sumber koran ini waktu itu, pihak Polda Bali juga sempat menyelidiki.

"Sebagian masyarakat pun sudah mengetahui oknum tersebut sebagai pemakai dan pengedar. Tapi, karena oknum itu pejabat dan juga balian (dukun, Red), banyak yang segan. Backing-nya juga kuat," urai sumber.

Ibarat bola api yang terus bergulir, atas temuan dan fakta tes urine tersebut, sejumlah elemen masyarakat Bali mendatangi BNN Provinsi Bali agar secepatnya mengambil tindakan.

Tapi, waktu itu tidak ada tindakan apa pun terhadap yang bersangkutan. Malah muncul spanduk antinarkoba di kawasan gedung wakil rakyat tersebut. Isinya, mendukung pemberantasan narkoba di Bali.

Bagaimana respons setelah penggerebekan yang sekarang? Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama berkali-kali dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya hanya terdengar nada sambung.

Yang lain? Wakil Ketua I DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry yang dikonfirmasi secara terpisah menyebut kasus JJ saat ini sudah menjadi ranah hukum.

"Kami menyerahkan sepenuhnya pada penegak hukum. Untuk sanksi, terserah induk partai. Kami tidak mau ikut campur," ucap Sugawa.

Kalau akhirnya hamba hukum bergerak, penggerebekan itu berawal ketika ditangkapnya seorang pengedar SS Gede Juli Antara, 21, di Jalan Batanta.

Dari tangan pria asal Abiansemal, Badung, tersebut, ditemukan satu paket.

Berdasar hasil pengembangan, diketahui bahwa SS didapat dari seseorang yang dikenal dengan nama Dandi yang tinggal di rumah itu.

Tim kemudian mendatangi rumah mewah berlantai dua milik Jero Gede Komang Swastika. Di empat kamar ditemukan sejumlah barang bukti.

Di kamar milik Dandi, terdapat empat orang yang sedang pesta SS. Mereka adalah I Kadek Dandy Suardika, Dwi Rahayu, Bagus Arya Wijaya, dan Gede Hera Kusuma Putra.

Di kamar nomor 2 pun terdapat beberapa orang yang selesai pesta SS. Mereka adalah I Putu Didik Setiawan, Putu Tresna, Wayan Sukadana, Ketut Narmadagiri, dan Rahman.

Menurut sumber, selain enam kamar khusus bagi para pembeli untuk menggunakan sabu-sabu di sana, politikus itu memiliki kamar khusus untuk pesta narkoba.

Kamar tersebut biasa dipakai untuk menjamu ''tamu-tamu istimewa''.

Kamar itu terletak di lantai 2 rumah mewah bermotif Bali tersebut. Kamar yang dimaksud sedikit wah dibandingkan kamar lain di rumah itu.

Artinya, ukurannya lebih besar ketimbang kamar-kamar di rumah tersebut. Isinya juga lengkap.

Ada spring bed mewah, TV, serta peranti audio visual. Lantainya berkarpet tebal, dilengkapi alat pengisap sabu-sabu macam bong.

''Tempat yang dimaksud ini sering digunakan untuk tidur juga. Jika ada tamu-tamu penting yang datang, penjamuan dilakukan di kamar itu. Untuk mencapai kamar, tamu harus melewati tangga lantai 2 yang terletak di ruangan belakang," ungkap sumber polisi.

Di lantai 2, terdapat kurang lebih empat kamar. Di antaranya terdapat kamar milik pria dengan sapaan Komang Jangol itu dan istri pertama Dewi.

Juga kamar istri kedua berinisial P dan kamar istri ketiga Asti. Kamar sisa berstatus kosong itulah yang sering digunakan pria berbadan kekar dan tamu-tamu untuk ''kepentingan khusus".

Berdasar hasil penggeledahan, di dalam sebuah peti kayu terdapat 1 senpi Baretta, 2 airsoft gun, 5 tabung gas soft gun, 1 sajam berupa senjata api, 1 sajam berbentuk tongkat.

Sebanyak 5 peluru airsoft gun ditemukan di lantai samping ranjang, 1 pisau komando, 5 kotak peluru senapan angin, dan 3 sajam ditemukan di dalam laci televisi.

"Ini diduga milik JJ karena ditemukan di dalam kamarnya," tambah sumber.

Satuan Narkoba Polresta Denpasar menyebutkan, dalam penggerebekan itu, bukan 37 orang yang diamankan, melainkan 40 orang. (tim jawa pos radar bali/c25/c17/ami/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Apes, Niat Mau Bantu, Motor Malah Dibawa Kabur Teman Sendiri


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler