Wakil Rakyat Khawatir PSK Kalijodo Eksodus ke Daerah Ini

Senin, 22 Februari 2016 – 09:36 WIB
PSK. Foto: ilustrasi.dok.JPNN

jpnn.com - BANDARLAMPUNG - Penutupan lokasi prostitusi Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, memicu kecemasan daerah lain.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bandarlampung khawatir eks PSK Kalijodo eksodus ke Kota Bandarlampung.

BACA JUGA: Jenazah Terduga Teroris Dipulangkan

Karenanya, dewan meminta pemerintah kota setempat mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Bandarlampung Syarif Hidayat menuturkan, salah satu dampak penutupan Kalijodo tentunya akan membuat PSK untuk mencari tempat prostitusi ke luar. Bagi PSK yang belum mau beralih profesi, bisa jadi Bandarlampung merupakan salah satu kota yang mereka tuju. Mengingat, jarak Jakarta-Bandarlampung tidaklah jauh.

BACA JUGA: Nakal..Tega! Istri Cantik Selingkuh sama Kakak dan Adik Suami

”Meskipun sejauh ini belum ada laporan adannya gelombang eksodus PSK eks Kalijodo, tidak ada salahnya pemkot bergerak mengantisipasinya,” ujar Syarif kepada Radar Lampung (Jawa Pos Group), kemarin.

Menurutnya, Bandarlampung saat ini sedang pesat dalam hal pembangunan hotel, spa, refleksi, dan sejumlah tempat untuk memanjakan diri. 

BACA JUGA: Lagi, Polisi Ciduk Oknum PNS Pecandu Sabu-sabu

Selain itu, ada daerah yang digadang-gadang sebagai pusat lokalisasi Bandarlampung. T

”Siapa saja boleh datang berusaha dan mengadu peruntungan hidup di kota ini. Jika tidak cepat dilakukan pengawasan dari pemkot, kota ini akan mengalami efek eksodus Kalijodo,” tandasnya.

Bergerak dari pernyataan tersebut, Radar menelusuri ke tempat yang selama ini digadang-gadang sebagai pusat lokalisasi Bandarlampung, yakni kawasan Kampungsawah, Kelurahan Waylunik, Kecamatan Panjang. Dari hasil perbincangan dengan warga, memang belum terlihat tanda-tanda eksodus Kalijodo. 

”Belum ada lho mas. Mungkin menang karena di Kalijodonya proses penggusuran belum dilakukan. Tapi nggak tahu juga nanti kalau penggusuran jadi dilakukan,” ujar warga setempat yang enggan disebut namanya. 

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memastikan bahwa eksekusi kawasan Kalijodo dilakukan paling lambat 29 Februari.  (sur/jpg/dna/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ganti Menteri yang Tidak Tahu soal Bola


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler