Wako Palembang Jual SPBU untuk Bayar Utang

Kamis, 11 Desember 2014 – 17:31 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Wali Kota Palembang, Romi Herton yang kini menjadi terdakwa korupsi pernah menjual stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) miliknya kepada pengusaha Muhammad Syarif Abubakar. Romi menjual SPBU miliknya yang ada di Palembang dengan harga Rp 15 miliar karena membutuhkan dana untuk membayar utang.

Keterangan itu disampaikan Muhammad Syarif saat bersaksi dalam persidangan Romi dan istrinya, Masyito di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (11/12). Romi dan Masyito adalah terdakwa kasus dugaan suap ‎terkait perkara permohonan keberatan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Palembang tahun 2013-2018 di Mahkamah Konstitusi dan memberikan keterangan tidak benar.

BACA JUGA: Tahun Depan, Penerimaan CPNS Tetap Dibuka

"Pak Romi ingin jual SPBU karena beliau butuh dana. Romi ngomong SPBU akan saya jual karena banyak utang," kata Syarif.

Lebih lanjut Syarif menjelaskan, dalam proses penjualan SPBU itu Romi menyerahkannya kepada Ucok Hidayat yang saat itu menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekda Kota Palembang. "Pak Ucok yang dikuasakan oleh Pak Romi untuk urus pembayaran," ujar Syarif.

BACA JUGA: Ini Alasan KPK Periksa Angie di Rutan Pondok Bambu

Pria yang akrab disapa Cek Mamad itu menjelaskan, awalnya Romi meminta pembayaran sebesar Rp 2 miliar terkait penjualan SPBU. Namun beberapa hari kemudian, dia mengatakan Ucok meminta pelunasan pembelian SPBU itu seharga Rp 15 miliar.

Pada saat itu, Syarif mengaku tidak memiliki uang sebanyak Rp 15 miliar. Dia hanya mempunyai uang Rp 11 miliar. "Pak Ucok sampaikan enggak apa-apa," ucapnya.

BACA JUGA: Dewan Anggap Perintah Jokowi Dibuat Aneh Menterinya

Uang Rp 11 miliar itu diserahkan Syarif kepada Ucok pada 10 Mei 2013 secara tunai. "Jumlah uang Rp 11 miliar itu ada uang pribadi dan perusahaan. Dari Bank Mandiri Rp 5 miliar, BNI Rp 6 miliar," ujarnya saat menjawab asal uang tersebut.

Syarif juga mengatakan, uang itu kemudian dibawa ke Jakarta. Sebab, saat itu Romi sedang berada di Jakarta. Uang Rp 11 miliar yang terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu itu disimpan dalam lima koper yang bisa masuk kabin pesawat dan tiga tas jinjing.

Uang itu dibawa ke Jakarta oleh Irwan Isbandi, Aditya, Mikha, dan Ucok. Sebelum berangkat mereka janjian bertemu di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Setelah itu, mereka terbang ke Jakarta untuk menyerahkan uang Rp 11 miliar itu kepada Romi yang tinggal di Apartemen Oakwood, Jakarta Selatan.

Muhammad Syarif mengaku sudah melunasi pembayaran Rp 15 miliar terkait jual beli SPBU. Pelunasan dilakukan pada Agustus 2013.

Meski sudah melunasi, Muhammad Syarif menyatakan SPBU itu masih dikelola oleh Romi. Dia mengaku sudah menanyakan soal pengelolaan SPBU itu kepada Romi. "Setiap saya tanyakan Pak Romi minta sabar," tandasnya.(gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perpecahan Mulai tak Terkendali, Hajriyanto Sebut Bisa Merembet ke Daerah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler