Wako: Perhatian Jokowi terhadap Pontianak Sangat Besar

Kamis, 28 Desember 2017 – 00:30 WIB
Wali Kota Pontianak Sutarmidji. Foto: Boy/JPNN.com

jpnn.com, PONTIANAK - Presiden Joko Widodo hari ini akan meresmikan Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalbar.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan, setelah meresmikan Bandara Internasional Supadio, Presiden Jokowi akan menyerahkan sertifikat tanah untuk masyarakat Kalbar dan kemudian menghadiri Natal Oikumene Nasional.

BACA JUGA: Karolin Margret Natasa Kandidat Terkuat Gubernur Kalbar

"Kemungkinan juga beberapa kegiatan lain seperti meresmikan Pasar Tengah dan sebagainya, melihat kondisi nantinya," ungkapnya seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Menurut Sutarmidji, perhatian Presiden terhadap Kalbar sangat besar. Misalnya, pembangunan penataan pinggiran sungai Kapuas.

BACA JUGA: Sepertinya Kalbar Sudah Jadi Pintu Keluar Masuk Teroris

Baik dari sisi kiri maupun kanan seperti di Benua Melayu Laut, Beting dan Tambelan Sampit serta Banjar Serasan ke depannya.

Terakhir adalah pembangunan Jembatan Landak. Rencananya, ke depan juga akan dibangun Jembatan Paralel Kapuas I.

BACA JUGA: Sutarmidji: Kalau Anies kan Cuma Berani Satu, Alexis

"Banyaknya perhatian beliau terhadap Kalbar. Sudah sepatutnya kita sama-sama menghormati kehadiran beliau di Kalbar dan memberikan rasa nyaman dan aman kepada beliau," katanya.

Supaya aparat keamanan fokus mengamankan kehadiran RI 1 di Kota Pontianak, Sutarmidji mengimbau seluruh masyarakat yang akan menggelar kegiatan pada 28 Desember untuk menggeser atau menundanya. Kecuali kegiatan yang dihadiri Presiden.

Tujuannya, supaya aparat keamanan bisa fokus mengamankan agenda Presiden selama berada di Kalbar, terutama di Kota Pontianak.

"Ini semua untuk imej yang baik bagi Pontianak dan Kalbar bahwa kita selalu kondusif hingga Pak Jokowi selama menjadi Presiden RI sudah lebih dari lima kali datang ke sini," tuturnya.

Dikatakan Sutarmidji, belum ada Presiden yang selama ini bisa berkunjung dalam satu masa jabatan lebih dari satu kali, karena itu hal yang langka.

Sementara Presiden Jokowi sudah lebih dari lima kali berkunjung ke Kalbar. Hal tersebut menunjukkan perhatian yang sangat besar dari Presiden.

"Kita harus menghormati itu, menjadi tuan rumah yang baik, tuan rumah yang memberikan rasa aman dan nyaman kepada beliau. Siapa tahu dengan begitu, beliau lebih tertarik ke depan sehingga kegiatan-kegiatan pembangunan di Pontianak dan Kalbar akan semakin ditingkatkan, saya yakin itu," tuturnya.

Diceritakan Sutarmidji, ketika Pontianak menerima penghargaan sebagai kota yang cepat dalam urusan izin perumahan, Jokowi langsung memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memberikan program bagi Kota Pontianak.

Pemkot Pontianak mendapat hadiah berupa program senilai Rp25 miliar. “Pak Menteri ingin memberikan program rumah susun, tetapi saya menolak, saya ingin program air bersih. Kita sedang minta supaya penyediaan air bersih bagi masyarakat tuntas di masa jabatan saya," terangnya.

Untuk kepentingan yang lebih besar, ia meminta seluruh masyarakat menyambut kedatangan Presiden dengan meriah. Memberikan rasa nyaman dan aman selama kunjungannya di Kota Pontianak.

Dia berharap semua fokus untuk kegiatan-kegiatan Presiden selama berada di Kalbar, terutama di Pontianak.

Makanya untuk kegiatan-kegiatan lainnya dia minta untuk digeser dulu waktunya atau ditunda sementara, bukan dibatalkan. Semuanya dalam rangka menghormati kunjungan kepala negara di Kalbar.

"Bukan tidak mungkin beliau akan kembali lagi mengunjungi Pontianak. Saya juga berharap beliau akan memerintahkan supaya pembangunan Jembatan Landak itu tahun depan sudah harus selesai. Mungkin akhir Desember 2018 sudah selesai," harapnya. (mau/arm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bandara Supadio Ditutup, 12 Penerbangan Dibatalkan, 36 Delay


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler