Wapres JK Imbau Baznas untuk Meningkatkan Jumlah Muzaki

Rabu, 04 Oktober 2017 – 22:08 WIB
Wapres Jusuf Kalla didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin, Ketua BAZNAS Prof, Dr, Bambang Sudibyo, MBA, CA, Wakil Ketua BAZNAS Dr. Zainulbahar Noor dan Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof. Dr. Muhammadiyah Amin. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan, perkembangan zaman telah mengubah cara penyaluran zakat.

“Zakat harus dicari formula dan cara, karena orang tidak cukup waktu lagi untuk mengantre dan lain sebagainya. Baznas sudah melakukan itu, seperti bayar zakat di Istana, kita dapat kartu. Kita bisa bertransaksi dengan teknologi," katanya dalam pembukaan Rapat Koordinasi Zakat Nasional (Rakornas) Baznas Tahun 2017 di Jakarta, Rabu (4/10).

BACA JUGA: Baznas Resmikan Rumah Sehat di Sulteng

Menurut Jusuf Kalla, yang harus diperhatikan adalah bagaimana meningkatkan muzaki. Dia menyebut dalam banyak angka statistik, satu persen orang Indonesia menguasai aset nasional dan banyak yang tidak bayar zakat.

"Bagaimana cara meningkatkan jumlah pembayar zakat, bukan hanya dengan membacakan ayat. Jangan memaksa ayam bertelur, tapi bagaimana caranya memperbanyak ayam agar telurnya juga semakin banyak," ucapnya.

BACA JUGA: Baznas Ajak Berdonasi melalui Kasir Lotte Mart

Dalam kesempatan itu pula, dia ikut mengapresiasi program Baznas membantu usaha kecil. “Pemetaan-pemetaan penting tapi yang paling penting adalah kepercayaan. Harus ada keterbukaan. Apa yang dilakukan Baznas harus diketahui masyarakat," katanya.

Rakornas dihadiri  559 peserta dari Baznas provinsi, kabupaten/kota, Kementerian Agama provinsi dan kabupaten/kota, perwakilan pemerintah daerah serta Lembaga Amil Zakat (LAZ).

BACA JUGA: Banyak Kerabat berkat Zakat

Ketua Baznas, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, tantangan terbesar saat ini dalam pengelolaan zakat nasional, yaitu meningkatkan pengumpulan zakat nasional minimal 10% dari potensi zakat individu tahun 2017 sebesar Rp 138 Triliun.

Selain itu, Baznas juga memiliki tantangan untuk memperluas objek zakat, termasuk zakat badan, zakat saham, zakat deposito, zakat hasil tambang, dan objek zakat kontekstual lainnya.

“Tantangan lainnya antara lain memperkuat kelembagaan BAZNAS dan LAZ sebagai tanggapan atas langkah Bappenas yang memasukkan BAZNAS dan LAZ ke dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia,” kata Bambang Sudibyo.

Masalah sinergi dan koordinasi pendistribusian dan pendayagunaan zakat dengan program-program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh Pemerintah juga masih menjadi tugas yang belum dituntaskan.

”Kami memohon dukungan Presiden, Wakil Presiden, dan seluruh jajaran pemerintah pusat dan seluruh jajaran pemerintah daerah agar seluruh rencana kerja Baznas dapat terlaksana sehingga makin banyak umat yang menerima manfaatnya," katanya.

Dalam Rakornas ini, turut diresmikan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Baznas dan Lembaga Sertifikasi Profesi Baznas oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.(mg7/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Baznas Awards 2017 Beri Penghargaan Bagi Para Pegiat Zakat


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler