Warga dan Istri Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Bilang, Enggak Menyangka

Senin, 14 Februari 2022 – 16:57 WIB
Warga dan Perangkat Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang mendatangi tempat tinggal terduga teroris, Senin (14/2/2022) (ANTARA/HO-Humas Batang)

jpnn.com, BATANG - Densus 88 menangkap dua terduga teroris berinisial MF (43) dan NR (25) seusai mengikuti pengajian subuh di depan Masjid Al Hidayah, Jalan Raya Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin.

"Betul, ada penangkapan (terduga teroris) dari Tim Densus 88, cuma saya TO-nya (target operasi) enggak tahu karena yang menangkap dari Mabes Polri dan dibawa ke Mapolda Jateng," kata Kapolres Batang AKBP Mochamad Irwan Susan, Senin.

BACA JUGA: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Yogyakarta, Lalu Bergerak ke Bantul

Kepala Desa Sempu Puji Hantoro mengatakan dirinya mendengar kabar (penangkapan terduga teroris) justru dari jemaah masjid.

Dia mengenal sosok terduga teroris berinisial MF sebagai ustaz yang baik dan sering bergaul dengan warga setempat.

BACA JUGA: Otak Pembunuhan Ficky Firlana Ternyata Seorang Lesbian

"Sepengetahuan saya, sosok berinisial MF orang yang baik dan sering bergaul dengan warga. Enggak menyangka sama sekali (jika dia terduga teroris) karena setahu saya ceramahnya juga biasa saja," katanya.

Menurut dia, MF sudah berdomisili di wilayah Desa Sempu, sedang adiknya berinisial NR menumpang di rumah MF selama tiga tahun terakhir ini.

"(Terduga teroris) berinisial NR adalah adik dari MF. Meski berdomisili di Desa Sempu, tetapi, NR masih beralamat di Tasikmalaya," katanya.

Istri terduga teroris MF berinisial DP (38) mengatakan dirinya mendapat kabar dari warga saat berada di depan masjid sekitar pukul 06.30 WIB.

"Saya dapat kabar pukul 06.30 WIB. Ada yang ngabari kalau suami saya (MF) dan adiknya (NR) dibawa orang saat di depan masjid," katanya.

Warga asli Desa Sempu itu mengaku kaget dengan penangkapan suami dan adik iparnya karena keseharian suaminya hanya biasa saja dan tidak pernah macam-macam.

"Kegiatan suami saya sering mengisi pengajian di masjid itu serta berjualan air isi ulang dan bertani. Tidak ada kegiatan khusus apa pun, saya tidak tahu alasannya (ditangkap)," kata ibu dari lima anak itu.

DP mengatakan informasi penangkapan suami dan adiknya diperoleh dari perangkat desa pukul 09.00 WIB kemudian tidak lama petugas datang membawa surat penggeledahan.

Pada penggeledahan itu, petugas membawa koleksi buku suaminya dan dua laptop.

"Untuk surat penangkapan, saya tidak tahu-menahu," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler