Warga Lain sedang Pembatasan Sosial, Ratusan Pengendara Moge Ini Malah Asyik Konvoi di Jalan

Kamis, 04 Juni 2020 – 06:04 WIB
Sebanyak 100 Unit Moge yang disita karena melanggar pembatasan sosial. Foto: Cartoq

jpnn.com, INDIA - Pemerintah India mulai menerapkan tahap unlock 1.0, pelonggaran setelah lockdown dengan mengizinkan semua warga melakukan aktivitas.

Namun, ada beberapa aktivitas yang masih belum diperbolehkan untuk dilakukan. Misalnya, warga belum bisa berlibur atau berwisata.

BACA JUGA: India Terapkan Lockdown Ketat, Tetapi Jumlah Kasus Terus Meroket

Selain itu, warga juga belum boleh beraktivitas seperti konvoi kendaraan.

Meski aturan sudah diumumkan secara jelas, tetapi masih ada saja warga yang nekat melanggar. Salah satunya ialah komunitas motor gede (moge) di India.

BACA JUGA: India Terapkan Lockdown, Setiap Hari 4 Ribu Warganya Positif Corona

Polisi di wilayah Bengaluru, Karnataka, mendapatkan laporan bahwa ada komunitas motor melakukan konvoi di tengah larangan itu. Polisi pun melakukan pengejaran dan berhasil melacak mereka.

Saat tiba di lokasi, petugas menangkap 100 unit moge dari berbagai merek sedang melintas di jalan tol.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Apa Kabar Perpres Gaji PPPK? Sanksi untuk yang Nekat Berangkat Haji

Dari hasil pemeriksaan, diketahui para pemotor itu sengaja melanggar aturan demi bisa mendapatkan kembali kenikmatan mengendari motor bermesin besar itu.

"Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat mengenai adanya konvoi moge. Saat diadang, terbukti bahwa mereka berkendara jauh melampaui batas yang diizinkan," kata salah satu petugas seperti dilansir Cartoq, Rabu (3/6).

Sementara itu, salah satu pemotor mengaku bahwa apa yang mereka lakukan tidak melanggar aturan. Konvoi yang mereka lakukan sudah mengikuti aturan jaga jarak.

"Kami berkendara mengikuti jaga jarak. Tidak ada aturan yang kami langgar. Kami juga melakukan perjalanan dengan santai dan tenang, karena dengan berkendara bisa membantu kami mengatasi stres," ungkapnya.

Namun pihak polisi tidak peduli dengan alasan para pemotor itu dan mereka melakukan penyitaan beberapa unit motor. (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler