Warga Mencium Bau Menyengat dari Dalam Rumah, Penghuninya Jarang Bergaul, Bukan Mayat

Kamis, 03 September 2020 – 13:47 WIB
Ratusan botol miras palsu berbagai merek diamankan Satnarkoba Polres Cianjur, Jawa Barat, dari rumah merangkap pabrik di Desa Sulauyu, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Kamis (3/9). Foto: Ahmad Fikri/Antara

jpnn.com, CIANJUR - Rumah merangkap pabrik minuman keras (miras) berbagai merek palsu tanpa izin di Perumahan Sukamulya Regency Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, digerebek Satnarkoba Polres Cianjur.

Kasat Narkoba Polres Cianjur AKP Ade Herman di Cianjur Kamis (3/9), mengatakan, terungkapnya rumah merangkap pabrik miras palsu tersebut setelah warga sekitar membuat laporan karena curiga dengan kegiatan di dalam rumah yang tertutup dan selalu mengeluarkan bau menyengat.

BACA JUGA: 5 Warga Tangerang Tewas Usai Pesta Miras

"Atas laporan warga kami melakukan pengintaian dan pengerebekan, kecurigaan warga terbukti di dalam rumah kami temukan seratusan lebih botol miras berbagai merek dan ukuran serta bahan baku untuk meracik miras dalam jerigen dan drum plastik berbagai ukuran," katanya.

Petugas langsung mengamankan pemilik rumah dan barang bukti ke Mapolres Cianjur, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BACA JUGA: Suami Meringkuk di Tahanan, Istri Memilih Selingkuh dengan Pria Lain, Sampai Hamil

Saat dilakukan pengeledahan, pemilik rumah DS, tidak dapat berkutik bahkan saat digelandang pemilik rumah hanya bisa pasrah dan mengakui perbuatannya.

Bahkan di hadapan petugas pemilik mengakui telah beroperasi sejak beberapa tahun terakhir, miras palsu yang dibuat dipasarkan ke sejumlah wilayah di Cianjur.

BACA JUGA: Janda Kaya Terpikat dengan Penampilan Polisi Gadungan, Terjadi Aksi Tak Terpuji

"Saat ini pemilik masih menjalani pemeriksaan, kami akan terapkan pasal berlapis dengan ancaman kurungan di atas dua tahun penjara," katanya.

Sementara keterangan warga sekitar yang selama ini merasa curiga dengan aktifitas di dalam rumah tersebut, mengatakan aktivitas di dalam rumah merangkap pabrik miras palsu tersebut, sudah berjalan sejak beberapa tahun dan terkesan sangat tertutup.

Bahkan pemilik rumah jarang bergaul dengan warga sekitar, sehingga warga melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.

"Kami tidak tahu apa yang dibuat di dalam rumah tersebut, namun setiap hari tercium bau menyengat dari alkohol yang dioplos," kata Wawan warga sekitar. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler