Warga Tinggalkan Rumah, Sembunyi di Hutan, Brimob Siaga

Kamis, 21 April 2016 – 10:02 WIB
Ilustrasi: pixabay

jpnn.com - MANOKWARI - Suasana di Kampung Anjani, Distrik Kebar, Tambrauw, Papua Barat mencekam. Mayoritas warga meninggalkan rumahnya dan memilih sembunyi dan hidup di hutan.

Kepala Distrik Kebar, David Anari meminta bantuan jajaran Polres Manokwari untuk mengamankan situasi di wilayahnya. Menurut Anari, ketakutan warga Kebar ini sebagai buntut dari kasus pembunuhan yang terjadi, Kamis  pekan lalu. Kepala Kampung Amjami, Distrik Kebar Selatan, Hemanus Misioi tewas dibunuh oleh YA.

BACA JUGA: DUH! 50 Ribu Nyawa Itu...

"Sekarang ini di Kebar sepi karena warga masuk hutan habis. Masyarakat masih takut. Kami perlu bantuan dari aparat keamanan untuk amankan situasi di Kebar,’’ tandas David Anari, seperti dikutip dari Radar Sorong, Kamis (21/4).

Pihak keluarga korban tak terima dengan pembunuhan kepala kampung ini dan ingin membalas dendam. Sedangkan YA, diduga pelaku pembunuhan telah melarikan diri ke dalam hutan. "Sekarang Kebar sepi, orang-orang takut,’’ ujarnya lagi.

BACA JUGA: Disiksa Ayah Tiri, Bocah Cilacap Ini Kabur Sampai Kendal

Mendapat laporan aparat Polres Manokwari dipimpin Wakapolres telah datang ke Kebar. Personel Brimob juga disiagakan hingga saat ini. Namun, Kadistrik merasa personel aparat keamanan yang berjaga-jaga di Kebar masih kurang sehingga ia meminta bantuan dari Polsek Sausapor.

"Lagi tidak aman di Kebar. Kami meminta anggota Polsek di Sausapor juga ikut membantu pengamanan di Kebar. Sekarang di Kebar ada anggota Brimob dan Pak Wakapolres Manokwari,’’ tuturnya.

BACA JUGA: Waduh, Tata Kelola Pantai Ini Amburadul

Menyikapi kejadian ini, sejumlah warga Kebar yang merupakan keluarga korban mendatangai Polres Manokwari. Mereka menutut agar pelaku pembunuhan ditangkap atau menyerahkan diri. 

"Keluarga korban sudah komitmen untuk menuntut balas. Tadi, di Polres Manokawari mereka sudah menyatakan sikap dan bikin surat untuk ditandatangani kepala-kepala suku," tandasnya. (lm/adkjpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perempuan Bukan Penonton


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler