Warning dari DPR Kepada PT KAI Terkait Insiden 2 LRT Bertabrakan

Rabu, 27 Oktober 2021 – 09:06 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PAN Abdul Hakim Bafagih. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Insiden dua Light Rail Transit (LRT) yang bertabrakan pada Senin 25 Oktober 2021, pukul 12.30 WIB mendapat respons dari anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim. 

Abdul Hakim mengingatkan PT KAI untuk transparan dalam merespons insiden tersebut. Dia menyebut proyek LRT termasuk dalam program Penyertaan Modal Negara (PMN).

BACA JUGA: Hasil Laporan KNKT soal Tabrakan LRT Jabodetabek, Ternyata

“Dalam pembangunan LRT ini, PT KAI telah mendapat PMN sebesar Rp 2,7 triliun. Ini uang rakyat, kami berharap PT KAI bekerja secara transparan, jangan main-main,” tegas Abdul Hakim, Rabu (27/10).

Dia meminta PT KAI memberikan pertanggungjawaban kepada publik terkait penggunaan dana termasuk insiden 2 LRT bertabrakan.

BACA JUGA: Berita Terbaru KNKT soal Investigasi 2 LRT Jabodebek Bertabrakan

Abdul Hakim juga mendorong untuk melakukan uji coba selanjutnya.

Dia meminta Dirut KAI turut dalam ujicoba tersebut. Abdul juga mengingatkan agar pengerjaan proyek ini bukan hanya mengejar target saja, tetapi harus dipastikan bahwa LRT ini aman dan nyaman bagi publik nantinya.

BACA JUGA: Apa Penyebab 2 LRT Jabodebek Tabrakan? Ini Kata KNKT

Lebih lanjut, politikus PAN ini mengingatkan agar PT KAI dan BUMN lain yang terlibat dalam proyek ini tidak sekadar mengejar target dan memberi laporan yang baik-baik saja ke atasannya baik ke Menteri BUMN maupun ke Menteri Perhubungan. PT KAI harus memberikan progres ujicoba LRT yang transparan. 

“PT KAI juga harus memberikan laporan mitigasi paska insiden ini terutama di hadapan Komisi VI DPR RI nantinya. Karena proyek LRT ini berisiko tinggi, teknologi rumit dan dibangun secara elevated. Mitigasi risikonya harus lebih kuat dan disampaikan ke kami secara lebih transparan,” kata Abdul Hakim yang juga Presiden Klub Persik Kediri ini.

Sebelumnya, insiden dua LRT yang bertabrakan ini tidak menimbulkan korban jiwa karena memang terjadi dalam ujicoba, sehingga tidak ada penumpang di dalam gerbong.

Moda transportasi ini ditargetkan beroperasi pada bulan Agustus 2022. Sampai saat ini proyek sudah hampir selesai dan memang dalam serangkaian ujicoba.(fri/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler