Warning dari GMPG Kepada Airlangga Jelang Pemilu 2024

Rabu, 26 Januari 2022 – 21:12 WIB
Bendera Partai Golkar. Ilustrasi. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Almanzo Bonara menilai saat ini ada anomali di tubuh DPP Partai Golkar.

Pasalnya, ada kelompok yang begitu kuat dan lantang menyuarakan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada pemilu 2024. Namun, pada satu sisi, performa ketum partai  berlogo pohon beringin itu masih jauh dari harapan.

BACA JUGA: GMPG Anggap Airlangga Sedang Menyandera Golkar

“Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan harapan. Sebab, performa Airlangga Hartarto dipandang belum layak masuk dalam panggung kontestasi pencapresan nanti,” ujar Almanzo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/1).

Padahal, lanjut Almanzo, semua langkah-langkah konsolidasi partai telah dilakukan dengan menggerakkan semua instrumen partai, namun hasil survey menunjukkan elektabilitas Airlangga Hartato tidak mampu mencapai angka di atas 5 persen.

BACA JUGA: Kritik GMPG Soal Elektabilitas Airlangga Harus Jadi Autokritik Bagi Golkar

Hingga kini, kata dia, elektabilitasnya masih berkisar di bawah angka nol koma persen.

Menurut Almanzo, hal ini memperkuat asumsi publik bahwa Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai Golkar dan calon presiden kurang mendapat simpati publik dan tidak mendapatkan dukungan yang kuat dari rakyat.

BACA JUGA: GMPG Sebut Iklan Airlangga Berbiaya Jumbo tetapi Elektabilitas Stabil Nol Koma

“Terbukti, konsolidasi partai yang dilakukan selama ini tidak mampu mendongkrak Airlangga Hartarto secara elektoral selaku calon presiden,” paparnya.

Dia menilai hal ini menujukkan Partai Golkar telah mengalami dekadensi konsep dan ide dalam mempersiapkan strategi kepemimpinan nasional.

Sebab, lanjut Almanzo, secara eksistensial Partai Golkar ada, namun tak lagi mampu menjadi pendulum dan inersial dalam pentas kepemimpinan bangsa.

Menurut dia, lemahnya kepemimpinan partai dalam menjalankan kerja-kerja politik dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

“Semua menjadi tersumbat akibat kerja partai yang sering terjebak dalam ruang seremonial semata, wajar bila Golkar makin sulit meraih simpati publik,” tuturnya.

Oleh karena itu, Almanzo menyarankan kondisi ini harus menjadi alarm yang serius bagi semua kader partai bahwa saat ini ada anomali dalam pengelolaan partai.

Menurut dia, modal politik dan infrastrukur yang dimiliki oleh partai Golkar saat ini, seharusnya mampu menunjang elektetabilitas Airlangga Hartarto selaku calon presiden yang diusung oleh Partai Golkar.

Menurut dia, seharusnya elektabilitas Airlangga tidak boleh kalah dengan capres lain, apalagi dengan capres yang tidak memiliki infrastruktur partai.

Almanzo mengingatkan jangan lagi mendaur ulang kesalahan Partai Golkar pada Pemilu 2014 lalu. Jangan sampai terbebani elektabilitas Ketum, bisa membuat Golkar menjadi partai gagal di 2024.

“Oleh karena itu, elite partai harus objektif dan bijaksana dalam mengambil kebijakan strategis bagi partai,” pungkas Almanzo.(fri/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler