Warning dari Gus Yaqut Buat Pejabat Kemenag, Jangan Main-main

Senin, 06 Desember 2021 – 22:47 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan warning kepada para pejabat eselon 1 yang main-main dengan anggaran negara. Dia akan melakukan blokir mandiri sebanyak 25 persen dari anggaran yang diterima seluruh eselon I.

 Ini untuk melihat kinerja yang dilakukan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) baik pusat, instansi vertikal maupun unit pelaksana teknis.

BACA JUGA: Nevi Zuairina: Anggaran Negara Harus Fokus untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan dan Daya Beli Masyarakat

“Bulan Juli 2022 saya ingin anggaran terealisasi minimal 75 persen dari masing-masing eselon I. Selebihnya akan kami evaluasi untuk 25 persen anggaran berikutnya,” tegas Menag Yaqut saat penyerahan DIPA Unit Eselon I, Senin (6/12).

Gus Yaqut, sapaan menag, mengatakan capaian realisasi anggaran adalah cerminan hasil kinerja. Para penyelenggara negara mempunyai tanggung jawab moral terhadap masyarakat akan pelaksanaan anggaran.

BACA JUGA: Yandri Susanto Minta Kemenag Prioritaskan Jemaah Umrah yang Siap Berangkat

Dia menjelaskan saat ini capaian realisasi anggaran Kementerian Agama masih berada pada posisi 88 persen. Oleh karenanya harus dilakukan afirmasi yang cukup intens agar realisasi anggaran memenuhi target yang direncanakan.

Dia mengungkapkan pelaksanaan anggaran 2021 ini dipenuhi dinamika. Meskipun terdapat banyak fleksibilitas, tetapi khusus belanja modal dan pemberian bantuan, dan belanja lain pada umumnya, harus tetap menjaga kehati-hatian, transparansi dan akuntabilitas. Para kuasa pengguna anggaran sangat berperan dalam pengendalian internal untuk mewujudkan hal ini,” terangnya.

BACA JUGA: Kemenag akan Terapkan Kebijakan Satu Pintu Pemberangkatan Jemaah Umrah

Gus Yaqut mengingatkan para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk mengatur waktu pelaksanaan kegiatan sebaik mungkin, tepat sasaran dan menghasilkan output yang bermanfaat bagi masyarakat. Jangan lagi ada November Syndrome. Ini bukan hanya mengganggu pekerjaan kita sehari-hari, tetapi hasilnya juga tidak akan maksimal.

"Biasakan merencanakan kegiatan dengan baik bukan hanya angkanya, tetapi juga waktunya,” ucap Gus Yaqut.(esy/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Friederich
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler