Warning Pengprov TI ke KONI setelah Thamrin Marzuki Mundur dari Ketum PBTI

Jumat, 01 September 2023 – 07:17 WIB
Suasana pertandingan cabang olahraga Taekwondo di Popnas XV 2019. Foto: dokumentasi Kemenpora

jpnn.com, JAKARTA - Penundaan Musyawarah Nasional atau Munas Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mendapat penolakan dari berbagai daerah.

Penolakan itu didasari alasan bahwa penundaan akan menimbulkan persoalan di internal PBTI.

BACA JUGA: Richard Tampubolon Dapat Dukungan 28 Pengrov TI, Hengky: Ini Fakta Thamrin Tak Diinginkan Lagi

Munas PBTI 2023 sedianya digelar pada 4 September mendatang. Namun, munas itu ditunda setelah Ketua Umum PBTI 2019-2023 Thamrin Marzuki mengundurkan diri.

Thamrin menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman.

BACA JUGA: Letjen Richard Tampubolon, Pengalaman Tempur & Ide Membentuk Atlet Bermental Petarung

Selanjutnya, untuk sementara KONI menjadi caretaker yang menjalankan tugas ketua umum PBTI. Langkah itu ternyata justru menimbulkan persoalan baru.

Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Maluku Hengky Ricardo menyatakan seharusnya Munas PBTI 2023 tetap digelar sesuai jadwal, yakni pada 4-5 September mendatang.

BACA JUGA: Letjen (Purn) Marciano Norman Mendaftar Bakal Calon Ketum KONI 2023-2027

“Kami dihadapkan kepada proses yang sangat mencekam karena Pak Thamrin mundur sebagai ketum PBTI dan calon ketum PBTI 2023-2027," ujar Hengky Ricardo di Jakarta, Kamis (31/8).

Hengky menyebut kondisi itu sangat memperihatinkan. Oleh karena itu, mayoritas pengprov TI pun menyampaikan sikap mereka.

Pertama, para ketua pengprov TI mendesak Munas PBTI tetap dilaksanakan sesuai jadwal pada 4-5 September 2023.

“Kedua, kami minta penunjukan caretaker ketum PBTI menjadi kewenangan pengprov," kata Hengky.

Ketiga, Pengprov TI segera menyampaikan sikap itu kepada KONI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Kemenpora.

“…meminta Munas dilaksanakan sesuai dengan AD/ART pada tanggal 4-5 September," pintanya.

Hengky menegaskan pengunduran diri Thamrin dari ketua umum PBTI merupakan masalah organisasi. Oleh karena itu, penyelesaiannya pun harus secara organisasi.

“Penyelesaian secara organisasinya ialah kami pengprov se-Indonesia akan duduk bersama dan menentukan siapa caretaker ketum PBTI selanjutnya," kata Hengky.(dkk/jpnn.com)


Redaktur : Antoni
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler