Waskita Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk

Rabu, 25 Mei 2022 – 19:15 WIB
Kantor Waskita Karya. Foto dok Waskita

jpnn.com, JAKARTA - PT Waskita Karya (Kode Saham: WSKT) menerima good funds sebesar Rp 3,28 Triliun melalui penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan pemerintah.

Dana yang diterima perseroan tersebut akan digunakan untuk refinancing, serta sebagai modal kerja proyek tol Kayu Agung–Palembang–Betung.

BACA JUGA: Lubang Belakang Jepitannya Lebih Bagus dari Anu Wanita, Dokter Boyke Ingatkan Risiko Ini

Obligasi dan sukuk tersebut juga telah resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Mei 2022.

Dengan good funds tersebut, perseroan juga berhasil melaksanakan pelunasan atas pokok dan bunga Obligasi III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 seri A, yang jatuh tempo pada 16 Mei 2022 dengan total sebesar Rp 528 Miliar.

BACA JUGA: Jokowi: Ini yang Harus Dihindari, Casing Lokal Dalamnya Impor, Hati-hati

"Pelunasan pokok dan bunga Obligasi ini merupakan bentuk dari komitmen perseroan untuk senantiasa melaksanakan kewajibannya kepada para investor obligasi," ujar Direktur Operasi III T Waskita Karya Gunadi.

Gunadi menjelaskan saat ini perseroan masih fokus melaksanakan proses restrukturisasi dan masih terdampak second wave pandemi pada 2021.

BACA JUGA: Azka Corbuzier Sudah Mantap Jadi Mualaf? Gus Miftah: Setelah Ini Saya Ketemu

Meski begitu, pendapatan usaha 4Q 2021 telah menunjukkan tren positif dengan meningkat sebesar 14,58 persen YoY.

"Tren positif tersebut paling besar dikontribusi oleh pendapatan jasa konstruksi dan jalan tol. Pendapatan asset recycling juga sesuai target dengan keuntungan sebesar Rp 2,65 Triliun. Transformasi bisnis yang telah dijalankan dengan lean juga berdampak positif bagi perseroan dengan beban usaha yang turun signifikan pada 2021," jelasnya.

Penurunan beban usaha ini berasal dari penurunan beban pokok pendapatan sebesar 68,22% YoY, penurunan beban penjualan sebesar 88,08% YoY serta penurunan beban umum dan administrasi sebesar 47,89% YoY.

Beban keuangan utang lama juga mengalami penurunan dengan adanya Master Restructuring Agreement (MRA) dan pembayaran sebagian pokok utang pada 2021.

Jumlah aset 2021 sebesar Rp 103,60 Triliun, atau meningkat sebesar 2,81% YoY disebabkan oleh peningkatan aset lancar dalam bentuk kas yang berasal dari PMN dan rights issue 2021.

Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan disebabkan oleh transaksi asset recycling yang dilakukan oleh perseroan selama 2021.

Perseroan juga mencatatkan liabilitas sebesar Rp 88,14 Triliun, atau menurun sebesar 1,34% YoY disebabkan oleh penurunan utang usaha.

Ekuitas perseroan sebesar Rp 15,46 Triliun, atau meningkat sebesar 35,28% YoY.

Kemampuan likuiditas perseroan pada 2021 juga menunjukkan tren membaik dengan masih positifnya arus kas dari operasional, proceeds dari asset recycling pada aktivitas investasi, serta dukungan proceeds rights issue pada aktivitas pendanaan.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler