Waskita Karya Bakal Jual 18 Ruas Tol, Perusahaan Hong Kong Pengin Beli

Jumat, 12 Juli 2019 – 08:59 WIB
Jalan tol. Foto : JPG/Pojokpitu

jpnn.com, JAKARTA - Dua perusahaan asal Hong Kong berminat membeli dua ruas tol yang akan dijual oleh PT Waskita Toll Road (WTR) pada tahun ini, yakni Solo–Ngawi dan Ngawi–Kertosono.

Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto menargetkan pada Agustus nanti dapat dicapai kesepakatan dengan investor Hong Kong.

BACA JUGA: Waskita Karya Catatkan Kontrak Baru Rp7,2 Triliun Sampai Mei 2019

“Sekarang tetap masih proses. Yang dari Hong Kong itu lebih serius,’’ katanya, Kamis (11/7).

BACA JUGA: Mengintip Progres Pembangunan Tol Pertama di Kalimantan

BACA JUGA: Mengintip Progres Pembangunan Tol Pertama di Kalimantan

Perseroan membuka penawaran kepada perusahaan dalam negeri untuk penjualan dua ruas jalan tol tersebut.

Namun, kata dia, tawaran perusahaan dalam negeri masih di bawah perseroan asal negara bekas koloni Inggris itu.

BACA JUGA: Waskita Karya Garap Renovasi Bandara Juanda, Target Kelar Juni 2020

’’Duitnya pas-pasan kalau dalam negeri,’’ jelasnya.

Selain dua tol tersebut, Waskita akan mendivestasi dua ruas tol setiap tahun.

’’Dua-dua tiap tahun. Tahun depan dua. Belum tahu yang mana,’’ tambahnya.

Yang jelas, PT Waskita Karya Tbk berencana menjual 18 ruas tol miliknya.

Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra menyatakan, langkah itu merupakan cara perseroan guna menjaga keuangan agar tetap sehat.

Apalagi, bisnis utama perseroan sebenarnya adalah kontraktor, bukan operator tol.

’’Kalau divestasi enggak jalan, Waskita tidak mampu lagi investasi karena strategi awal masuk tol bukan sebagian operator tol, melainkan developer,’’ ujarnya.

Meski demikian, agar tidak bermasalah, ruas tol yang akan dijual emiten dengan kode dagang WSKT tersebut adalah ruas tol yang sudah 100 persen selesai dibangun.

Waskita juga akan jemput bola dengan melakukan road show ke beberapa negara yang memiliki pembeli potensial seperti Dubai, Prancis, maupun Hong Kong untuk menawarkan divestasi ruas tol.

Konsep itu dilakukan di tengah kondisi tahun politik di mana banyak investor yang melakukan aksi wait and see.

Sebelumnya, perseroan hanya menunggu investor yang tertarik untuk membeli konsesi.

Untuk kinerja keuangan, perseroan juga berniat menekan utang dari Rp 64 triliun pada 2018 menjadi Rp 60 triliun pada 2019. (vir/c22/rin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tol Malang Bikin Properti CitraGarden City Laris Manis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler