Waspada, 3 Obat Jantung Ini Justru Bisa Meningkatkan Kadar Kolesterol

Jumat, 24 Desember 2021 – 02:32 WIB
Ilustrasi obat. Foto; AFP

jpnn.com, JAKARTA - JIKA Anda menderita penyakit jantung, tentu dokter memberikan beberapa obat agar jantung berfungsi secara normal kembali.

Seperti yang kita semua ketahui, jantung itu sendiri merupakan organ terpenting tubuh, sehingga menjaga kesehatannya tentu merupakan kewajiban setiap orang.

BACA JUGA: Ingin Jantung Tetap Kuat dan Sehat, Lakukan Saja 4 Olahraga Ini

Namun terkadang, merawat pasien jantung bisa menjadi rumit.

Tidak jarang, obat yang diresepkan untuk mengobati penyakit jantung menjadi bumerang.

BACA JUGA: 6 Obat Penurun Kolesterol yang Aman Dikonsumsi dan Dijual Bebas, Buruan Dicoba

Obat-obatan tertentu, yang diresepkan untuk mengendalikan penyakit jantung justru bisa meningkatkan kadar kolesterol.

Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip laman Thehealthsite.

BACA JUGA: Konsumsi 3 Jenis Obat yang Dijual Bebas Ini, Gula Darah Langsung Ambrol

1. Diuretik

Ini adalah kelompok obat yang biasanya diresepkan untuk mengobati hipertensi dan mengurangi risiko gagal jantung.

Namun, obat golongan ini juga bisa meningkatkan kadar kolesterol total Anda.

Selain peningkatan kadar LDL, obat ini diketahui meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar HDL atau kolesterol baik.

Beberapa diuretik yang diketahui bisa meningkatkan kadar kolesterol adalah diuretik tiazid (termasuk hidroklorotiazid, klorotiazid, metolazon) dan diuretik loop (termasuk furosemide, torsemide, bumetanid).

Penggunaan diuretik yang berkepanjangan bisa menyebabkan peningkatan kadar kolesterol.

Jadi, jika Anda menggunakan diuretik, periksa kadar kolesterol dan bicarakan dengan dokter untuk mengetahui dosis obat kamu.

Untuk mengatasi masalah, kadang-kadang dokter mengubah obat sepenuhnya atau mengurangi dosisnya.

2. Beta-blocker

Kelompok obat ini diperkenalkan pada tahun 1970 dan sejak itu, banyak digunakan untuk mengobati hipertensi, angina atau kelainan jantung lainnya.

Dalam beberapa dekade terakhir, beta-blocker yang diresepkan telah menyelamatkan jutaan nyawa.

Namun, obat ini juga memiliki efek samping dan salah satunya adalah peningkatan kadar kolesterol.

Beta blocker juga mampu untuk menurunkan kadar HDL dan meningkatkan kadar trigliserida.

3. Obat untuk hipertensi

Selain diuretik dan beta-blocker, obat lain yang diresepkan untuk hipertensi seperti prazosin kaptopril dan metil dopa juga diketahui bisa meningkatkan kolesterol.

Jadi, jika Anda mengonsumsi obat jantung, pastikan melakukan tes secara teratur untuk memeriksa kadar kolesterol kamu.

Hanya melalui tes darah, dokter bisa mengetahui apakah Anda memiliki kadar kolesterol tinggi atau tidak.

Jika obat yang Anda konsumsi memengaruhi kadar kolesterol kamu, pilihan yang lebih aman atau alternatif biasanya disarankan.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Jantung   obat   obat jantung   Obat Flu  

Terpopuler