Waspada! Beredar Sirup Tanpa Izin BBPOM

Jumat, 16 Juni 2017 – 22:45 WIB
BPOM

jpnn.com, SURABAYA - Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya kembali beraksi. mereka menemukan perdagangan sirup palsu di kawasan Ngaglik.

Temuan tersebut bisa sedikit mengurangi kekhawatiran masyarakat akan beredarnya bahan pangan yang membahayakan.

BACA JUGA: Sidak BBPOM, Temukan Kemasan Makanan Kaleng Rusak

Dalam kasus itu, polisi memeriksa FM, pemilik pabrik sirup. Dalam bekerja, FM berupaya mendapatkan keuntungan besar.

Dia berusaha menambah kapasitas sirup yang dijual dengan air PDAM.

"Air itu dijernihkan sendiri dengan direbus," ujar Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguna.

Kemudian, air yang sudah direbus dicampur dengan essence, lalu diaduk dengan menggunakan mesin.

"Ini tergolong home industry yang sudah maju, ya. Peralatannya sudah lengkap," imbuhnya.

Polisi menduga, bahan-bahan yang digunakan untuk mencampur merupakan perasa buatan yang berbahaya jika dikonsumsi.

Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya izin edar oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

Bukan hanya itu, sirup tersebut juga tidak memiliki izin edar dan dikemas dengan botol bekas.

"Karena itu, kami akan menyita semua produk dan peralatan di pabrik ini," tegas perwira dengan satu melati di pundak tersebut.

Polisi berjanji berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai temuan itu.

Selanjutnya, pembuktian adanya zat-zat berbahaya diserahkan kepada dinas untuk diujikan.

Menjelang libur Lebaran, Bayu mengimbau warga Metropolis tetap awas.

Sebab, sangat mungkin, temuan-temuan semacam itu bertambah banyak.

"Karena itu, kami tetap mengintensifkan Operasi Satgas Pangan Polrestabes Surabaya hingga menjelang Lebaran," jelasnya.

Bagi masyarakat, Bayu menyarankan untuk tidak sembrono ketika memilih makanan.

Selain berdasar selera, sebaiknya makanan tersebut harus memenuhi perizinan.

Sebab, makanan yang sudah melewati tahap uji coba pasti layak dikonsumsi.

Operasi Satgas Pangan itu memang kerap diadakan jajaran kepolisian.

Selain memeriksa kualitas pangan, pada Ramadan ini, satgas bertugas mengontrol harga makanan di pasaran.

Tidak hanya memantau harga pasar, mereka juga berani menindak para pedagang nakal yang tidak memenuhi prosedur.

Bahkan, beberapa di antaranya sudah dijebloskan ke penjara.

"Sudah ada yang kami pidanakan karena jelas terbukti menyalahi aturan," tegasnya.

Menjelang libur Lebaran, fokus satgas pangan pun berubah. Polisi mulai menyidak makanan-makanan yang sering dikonsumsi masyarakat ketika Lebaran.

Salah satunya adalah sirup dan parsel yang disidak pada Sabtu (10/6). (bin/c16/git/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler