Waspada! Covid-19 Varian Baru Masuk Batam, Dua Orang Terinfeksi

Rabu, 02 Juni 2021 – 14:49 WIB
Ilustrasi Covid-19. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

jpnn.com, BATAM - Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kota Batam Budi Santosa mengatakan virus corona varian B117 terdeteksi menginfeksi seorang nenek berusia 60 tahun di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dia mengatakan bahwa ada dua temuan kasus infeksi virus corona varian baru di Kota Batam.

BACA JUGA: Inggris Minta Ada Dosis Vaksin Baru untuk Varian Covid-19 Ganas dari Afrika Selatan

Menurut hasil pemeriksaan, ada seorang pekerja migran asal Indonesia yang terinfeksi virus corona varian B1525 dan seorang warga Batam berusia 60 tahun yang terinfeksi virus corona varian B117.

Nenek berusia 60 tahun yang terserang varian baru itu, menurut Budi, tidak punya riwayat melakukan perjalanan ke luar negeri.

BACA JUGA: Bupati Tegal Positif Covid-19, Ini Pesan Pak Ganjar

"Beliau tidak ke mana-mana. Tentunya perlu pendalaman lebih. Berdasarkan tracing (pelacakan) kami tidak ada riwayat ke luar negeri. Ini yang mengkhawatirkan," kata ujar Budi dalam webinar yang digelar oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kota Batam

Diduga warga yang terinfeksi virus corona varian B117 tersebut kemungkinan tertular virus dari orang yang mengunjunginya.

BACA JUGA: WHO Gagas Pakta Global soal Penanganan Pandemi COVID-19

"Sedang kami dalami," kata Budi.

Menurut dia, nenek berusia 60 tahun yang terinfeksi virus corona varian B117 sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada 28 April 2021.

Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kota Batam menerima sampel dari pasien tersebut pada 23 April 2021 lalu mengirimnya ke laboratorium di Jakarta untuk diperiksa pada 29 April 2021.

Hasil pemeriksaan yang menunjukkan pasien tersebut terinfeksi virus corona varian B117 diterima Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kota Batam pada 23 Mei 2021.

Budi menjelaskan, spesimen dari pasien yang dicurigai terinfeksi virus corona varian baru dikirim ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan lebih lanjut antara lain dilakukan apabila kasus penularan virus corona terjadi di lokasi tertentu dalam waktu cepat, terjadi pada orang yang baru pulang dari luar negeri, terjadi pada kelompok yang sebelumnya tidak rentan, dan terjadi pada penyintas. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler