Waspada, Kurang Cairan Bisa Pengaruhi Performa

Jumat, 28 Juni 2019 – 22:27 WIB
Badan lemas (ilustrasi). Foto: Volodymyr-Melnyk/123rf

jpnn.com - Mungkin Anda sudah tahu bahwa tubuh manusia 60-70 persen tubuh manusia dewasa terdiri dari cairan, dengan variasi persentase cairan tubuh tergantung pada komposisi tubuh. Besarnya kandungan cairan dalam tubuh ini menunjukkan bahwa peran cairan sangat penting dalam aktivitas sehari-hari. Sedikit saja kurang cairan, performa tubuh jadi menurun.

Banyak yang menganggap kurangnya cairan hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang melakukan aktivitas intensitas berat, misalnya atlet. Padahal, kurang cairan juga memengaruhi berbagai aktivitas, meski sifatnya ringan seperti pekerja kantoran atau di rumah.

BACA JUGA: Ini Efek Melewatkan Makan Sahur bagi Kesehatan

Dalam buku berjudul “Pedoman Kebutuhan Cairan bagi Pekerja agar Tetap Sehat dan Produktif” yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kemampuan kerja fisik dapat menurun jika pekerja kehilangan 2 persen dari berat badannya akibat berkeringat. Akibatnya, efisiensi dan kecepatan bekerja pun menjadi berkurang.

Kaitan antara kurang cairan dan penurunan performa
Apakah hanya rasa haus yang menandakan tubuh kekurangan cairan? Jawabannya adalah tidak. Kekurangan cairan akan membuat tubuh terasa lemas, menurunnya konsentrasi, hingga gangguan sistem ginjal.

BACA JUGA: Haruskah Asupan Air Berubah Selama Puasa?

Pengaruh kurang cairan pada otak

Menurunnya kadar air dalam tubuh yang ekstrem bahkan dapat mengganggu fungsi otak. Otak yang kekurangan cairan akan dapat memengaruhi kesehatan psikis, suasana hati, tingkat kewaspadaan, hingga konsentrasi. Maka itu, kekurangan cairan akan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti tidak mampu bekerja dengan tenang hingga sulit berpikir jernih. Kondisi ini tentu akan menurunkan kualitas tugas yang sedang dikerjakan.

BACA JUGA: 4 Kiat Agar Badan Tetap Fit Selama Puasa Ramadan

Pengaruh kurang cairan pada imunitas dan sistem sirkulasi tubuh

Selain mengganggu kinerja otak, kurangnya cairan juga dapat menyerang sistem kekebalan tubuh dan sistem sirkulasi. Tubuh tidak akan dapat berfungsi dengan optimal karena adanya gangguan pada sirkulasi. Jika ini terjadi, perannya untuk suhu tubuh juga bisa terganggu. Saat suhu tubuh meningkat, tingkat stres bertambah dan energi yang dihasilkan juga akan menurun.

Minum memang sebaiknya memang tidak menunggu sampai terasa haus. Karena, jika sudah merasa haus, tandanya tubuh sudah memasuki fase kurang cairan. Kebutuhan cairan bisa dipenuhi tak hanya lewat air mineral, tetapi juga dari makanan serta jenis minuman lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, niscaya performa Anda tak akan menurun.(RN/RVS/klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Badan Lemas di Awal Puasa Ramadan? Ini Solusinya


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler