Waspada, Pelaku Perampokan Uang Rp 300 juta di Pabrik Rokok Belum Tertangkap

Minggu, 21 November 2021 – 08:38 WIB
Puluhan petugas mendatangi pabrik rokok Camel yang berada di Serengan Surakarta. Foto : Romensy Augustino

jpnn.com, SURAKARTA - Polisi memprediksi ada lebih dari dua tersangka dalam kasus perampokan disertai pembunuhan Gudang Rokok Camel di Serengan Surakarta yang terjadi pada Senin (15/11). Pelaku saat ini masih dalam pengejaran.

“Diperkirakan pelaku lebih dari dua orang. Dalam kejadian, terjadi kerusakan pada pintu kasir yang di dalamnya ada brankas yang dibawa pelaku. Berisi uang tunai Rp 309.109.900,” ungkap Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak.

BACA JUGA: Otak Pelaku Perampokan Bermodus Mengaku Marinir dan Polisi Tak Diberi Ampun, Dor

Kombes Ade mengatakan berdasarkan olah TKP anggota tim penyidik Satreskrim Polresta Surakarta, kemungkinan korban meninggal Suripto (sekuriti) mengenal identitas pelaku.

Pasalnya, tim penyidik tidak menemukan adanya tanda kerusakan pada dua pintu gerbang yang meghubungkan halaman depan dengan ruang kantor.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Fakta soal Uang Rp 400 Juta yang Digasak Perampok di PIK, Ya Ampun

“Pintu gerbang tidak ada kerusakan sama sekali. Pintu masuk kedua yang menghubungkan ke ruang kantor juga sama. Diduga korban mengenali pelakunya,” tegasnya.

Sejauh ini, sudah ada 19 orang saksi yang dimintai keterangan terkait kasus perampokan tersebut. Mereka adalah manager, karyawan gudang dan sekuriti.

BACA JUGA: Perampok Bunuh Sekuriti Pabrik Rokok di Solo, Brankas Raib

Polisi juga telah menyita beberapa alat bukti di antaranya pakaian seragam korban, troli yang digunakan untuk mengangkut brankas, dan pintu kamar mandi yang rusak.

“Hasil koordinasi dengan keluarga korban, pihak keluarga menyetujui untuk dilakukannya autopsi Suripto. Kami masih menunggu hasil autopsi jenazah dari Tim Kedokteran Forensik RS Moewardi Surakarta,” imbuhnya.

Hasil pemeriksaan fisik luar, tim penyidik menemukan beberapa luka lebam di area mata sebelah kiri dan kanan, bagian tubuh serta luka di kepala bagian belakang.

Menurut Ade, saat olah TKP terdapat kucuran darah di sekitar kepala.

“Seluruh alat bukti sudah kami serahkan ke Laboratorium Kedokteran Forensik Polda Jateng untuk mengungkap fakta peristiwa,” lanjutnya.

Kapolres juga mengimbau perlu ada pengaturan ulang pada sisitem keamanan di pabrik tersebut ke depan.

Saat perampokan terjadi fakta petugas hanya berjaga sediri kemudian pabrik ini juga tidak dilengkapi dengan CCTV.

“Ke depan perlu ada pengaturan shift jaga petugas pengamanan. Penerapan saat ini dari 4 satpam hanya ada satu orang pada setiap shift,”pungkasnya. (mcr21/jpnn)


Redaktur : Natalia
Reporter : Romensy Augustino

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler