WhatsApp Blokir 2 Juta Akun Penyebar Berita Hoaks

Kamis, 07 Februari 2019 – 18:33 WIB
Ilustrasi Aplikasi WhatsApp. Foto: Phone Arena

jpnn.com, JAKARTA - WhatsApp telah menghadirkan sistem machine learning pada platform-nya yang dapat mencegah spam dan berita palsu.

Melansir Phone Arena, Kamis (7/2), sistem itu disebut-sebut dapat membantu WhatsApp memblokir akun terkait spam dan berita palsu.

BACA JUGA: Rerata per Hari Ada 4 - 6 Konten Hoaks, dari Pemilu Hingga Honorer K2

Setiap bulan, WhatsApp telah memblokir sekitar 2 juta akun pengguna terkait spam dan berita palsu.

Sistem machine learning WhatsApp telah cukup canggih dengan kemampuan melacak 20 persen akun bermasalah pada saat registrasi. tentunya hal ini mampu menghapus segala jenis spam atau informasi keliru yang ditebar oleh akun-akun tersebut.

BACA JUGA: Facebook Messenger Sudah Bisa Hapus Pesan Seperti WhatsApp

Baca juga: Untuk Keamanan, WhatsApp Hadirkan Fitur Face ID dan Touch ID

WhatsApp juga mengklaim bahwa bukan hanya sistem manchine learing yang mampu memblokir akun mencurigakan. Pasalnya, WhatsApp menyebutkan ada 25 persen dari 2 juta akun yang diblokir setiap bulannya juga berasal dari campur tangan manusia.

BACA JUGA: Fitur ID Wajah di WhatsApp, Bikin Ribet atau Gampang?

Baca juga: Pembatasan Pesan WhatsApp Tak Efektif Atasi Hoaks

Tak hanya itu, perusahaan juga dapat mengindentifikasi metode baru yang dimanfaatkan pengguna WhatsApp untuk menyalahgunakan platform. Misalnya melacak akun berbeda di komputer yang sama, kemudian digunakan untuk spam atau berita palsu.

Sejak beberapa bulan lalu, WhatsApp telah memperkenalkan sejumlah perubahan dan batasan. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah penyebaran berita palsu alias hoaks.

Bahkan mulai bulan lalu, pengguna WhatsApp hanya dibatasi untuk meneruskan pesan sebanyak lima kali. Sebelumnya pengguna WhatsApp tidak pernah dibatasi untuk meneruskan pesan berapa kali pun. (mg9/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hoaks Picu Depresi pada Anak dan Remaja


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler