Winner Concert Sempurnakan BIOPC 2017 di Batam

Selasa, 24 Oktober 2017 – 12:45 WIB
Batam International Open Piano Competition 2017.

jpnn.com, BATAM - Ajang kompetisi piano klasik bertajuk Batam International Open Piano Competition (BIOPC) 2017 berlangsung sukses, Minggu (22/10). Kali ini benar-benar sesuai rencana untuk mengulang success story di Bali Open Piano Competitiong 2017, bulan lalu di Padma Resort Legian, Kuta, Bali.

Penampilan pemenang dari masing-masing kategori (winner concert) resmi menutup kompetisi yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (21/10) di Swissbel Hotel Harbour Bay, Batam, Kepulauan Riau. Para peserta yang datang dari sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Cina dan Vietnam serta beberapa kota di Indonesia mengaku senang dengan jalannya kompetisi yang berlangsung ketat.

BACA JUGA: Ya Ampun... Pipis Dalam Botol, Penis Tak Bisa Dikeluarkan

Para peserta juga sangat menikmati waktu-waktu keberadaanya di Batam, satu dari tiga pintu masuk wisatawan terbesar di Indonesia. Hoai Dhang Thanh misalnya. Dia terbang langsung dari Vietnam bersama anaknya, Bamboo (5 tahun) mengapresiasi kompetisi ini.

"Saya bersama rekan-rekan lain dari Vietnam sangat mengapresiasi kompetisi ini. Semuanya berjalan dengan baik," ujar Hoai.

BACA JUGA: Dua LC Karaoke Pakai Narkoba agar Kuat Goyangannya

Keceriaanya juga makin bertambah karena di kompetisi ini putranya meraih juara harapan 2. Hoai mengatakan ini adalah kesempatan pertamanya mengunjungi Indonesia.

Dia mendengar banyak hal tentang pariwisata yang sangat indah di Indonesia. Karena itu ketika mendapat informasi perihal kompetisi ini di internet, dia langsung tertarik. Selain untuk berkompetisi, juga sekaligus berwisata.

BACA JUGA: Yang Mulia, Mohon Jatuhkan 8 Tahun Bui untuk Miryam Haryani

Hanya saja dia mengaku harus masuk melalui Singapura karena tidak ada penerbangan langsung dari Ho Chi Minh ke Batam. "Ini kesempatan pertama saya ke Batam, terutama Indonesia. Saya banyak mendapat informasi tentang Bali. Suatu saat saya juga akan ke sana," kata Hoai yang terlihat begiti antusias.

Deputi Bidangan Pemgembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengatakan, pemilihan Batam sebagai lokasi penyelenggaraan BIPOC 2017 sangatlah tepat. Batam merupakan pintu masuk wisatawan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

"Batam menyumbang wisatawan 20 persen dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Itu kenapa kita mendukung kegiatan ini dilaksanakan di Batam," ujar Esthy Reko Astuti dalam sambutannya di acara penutupan BIOPC 2017.

Lokasi Batam yang dekat dengan Singapura dan Malaysia sangat berpotensi dalam menjaring wisatawan crossborder. Esthy mengucapkan selamat buat para pemenang, karena itu akan menaikkan 3C atau calibration, confidence dan credibility.

"Sehingga akan lebih mudah menarik wisatawan mancanegara karena tahun ini target kunjungan wisman mencapai 15 juta kunjungan," kata Esthy.

Musik, dalam hal ini piano, kata Esthy, memiliki komunitas yang kuat baik di dalam negeri maupun luar negeri. Karakternya pun masuk dalam kategori premium atau niche market dengan spending besar dan waktu tinggalnya juga lama.

Karena itu tidak heran jika dalam kompetisi ini, meski yang bertanding satu orang, tapi yang hadir banyak.

"Mulai dari orang tua, kakak, kakek dan neneknya. Semua ikut menemani. Sekaligus sekalian berwisata keluarga," jelasnya.

Esthy pun akan terus mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini untuk terus diselenggarakan. Tidak hanya di Batam, tapi juga daerah-daerah lainnya di Indonesia.

"Kita akan evalusasi program ini dan mungkin untuk dikembangkan ke daerah-daerah lain di Indonesia. Berkompetisi sekaligus wisata," ujarnya.

Turut hadir dalam acara penutupan BIOPC adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Pebrialin serta Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar.

Sebelumnya Ketua Pelaksana Batam Internasional Open Piano Competition 2017 Eleonora Aprilita menjelaskan, kompetisi ini sebagai upaya dari Opus Nusantara dalam memfasilitasi pianis-pianis muda untuk berkompetisi secara sehat. Ajang itu juga sebagai upaya membentuk komunitas pianis muda berbakat serta sekaligus turut mensukseskan program Wonderful Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi berlangsungnya ajang Batam International Open Piano Competition 2017. Kompetisi termasuk kategori manmade.

“Piano itu komunitas, sama dengan golf, diving, yang penikmatnya terbatas, tapi level atas,” jelas Arief Yahya.

Penyelenggaraan event ini dapat mendongkrak promosi pariwisata Indonesia, khususnya Batam. Sebagai tujuan wisata favorit di Indonesia, Batam memang membutuhkan atraksi-atraksi tambahan yang dapat mendatangkan wisman.

"Memang harus diperbanyak atraksi ataupun event-event berskala internasional seperti ini sehingga dapat menjadi daya tarik wisata," ujarnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Maling Helm Terekam CCTV, Siapa Nih?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kemenpar   Arief Yahya   JPNN  

Terpopuler