Wiranto: Ganti Panglima TNI Tak Harus Kayak Arisan

Kamis, 07 Desember 2017 – 06:48 WIB
Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: Miftahulhayat/dok.JPNN.com

jpnn.com, BOGOR - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranro terus mengikuti perkembangan fit and proper test (FnP) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Calon Panglima TNI pilihan Presiden Joko Widodo yang telah disetujui di tingkat komisi.

Menurutnya, pergantian pemegang tongkat komando di TNI adalah hal biasa.

BACA JUGA: NasDem: Jangan Ada Lagi Kubu-Kubuan di TNI

Apalagi Panglima TNI yang sekarang ini, Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki usia pensiun, sehingga mau tidak mau akan ada penggantian.

Karena itu, dia menegaskan, keputusan ini tidak perlu diributkan. Apalagi itu adalah hak Presiden.

BACA JUGA: Pergantian Panglima TNI Dipercepat? DPR: Terserah Presiden!

"Lalu siapa yang akan mengganti? Itu juga hak Presiden. Bisa dari TNI AU, AD, AL. Tidak harus kemudian kaya arisan, gantinnya itu teratur, tidak. Tetapi berdasarkan kondisi obyektif yang dihadapi. Dan juga tidak harus kemudian urut kacang, urut angkatan. Tidak. Karena pendekatan leadership," ucap Wiranto di Istana Bogor, Jawa Barat pada Rabu (6/12).

Mantan Panglima ABRI ini pun meminta jangan sampai ada anggapan ketika pucuk pimpinan TNI dijabat oleh perwira tinggi dari matra udara maka orientasi pembangunan pertahanan militer di udara. Begitu seterusnya dari Angkatan Darat maupun Angkatan Laut.

BACA JUGA: Ruhut Sitompul: Gerindra Panik, Galau, Kebakaran Jenggot

"Bukan begitu. Tetapi kita melihat bahwa setiap kepala staf angkatan itu sudah dianggap mempunyai kemampuan leadership, kemampuan manajerial yang sama," tegasnya.

Sedangkan untuk pembangunan kekuatan masing-masing matra, tambah dia, itu sudah ditentukan dalam rencana strategis (Renstra) sehingga tidak mungkin seorang Panglima TNI mengarang sendiri programnya sesuai matranya.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Marsekal Hadi Terpilih Aklamasi


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler